Pemerintah Kamboja cabut larangan demonstrasi

Kamis, 27 Februari 2014 - 15:47 WIB
Pemerintah Kamboja cabut...
Pemerintah Kamboja cabut larangan demonstrasi
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Kamboja telah mencabut larangan aksi protes publik yang diberlakukan pada bulan lalu. Namun, bukan berarti aksi demonstrasi selanjutnya tak dikontrol pemerintah.

“Meski larangan tersebut kini telah diangkat, penyelenggara masih harus meminta izin dari otoritas lokal untuk menggelar panggung protes,” kata juru bicara Kementerian Dalam Negeri Kamboja, Khieu Sopheak, seperti dikutip The Star, Rabu (26/2/2014).

Larangan berdemo diterapkan Pemerintah Kamboja, setelah tindakan keras yang dilakukan aparat pada para pekerja yang mogok. Empat warga sipil dilaporkan tewas, ketika polisi menembaki aksi protes buruh pabrik tekstil yang menuntut kenaikan upah minimum.

Satu hari setelah tewasnya empat buruh tekstil itu, pemerintah melarang aksi demonstrasi di ibu kota. Sejumlah pengamat menilai, langkah ini diambil agar kaum buruh tak bisa bergabung dengan para pengunjuk rasa dari kubu oposisi.

Jika buruh dan kubu oposisi bergabung, maka mereka bisa menjadi ancaman serius bagi pemerintahan Perdana Menteri Hun Sen yang telah berkuasa selama hampir tiga dekade.

Setelah dicabutnya larangan berdemo. Pemimpin oposisi Kamboja, Sam Rainsy, yang juga saingan utama Hun Sen, berjanji untuk mengatur lebih banyak unjuk rasa melawan pemerintah.

"Tak lama lagi kami akan menggelar lebih banyak demonstrasi. Akankah mereka berani menembak kita lagi?" kata Rainsy dalam video klip yang diposting di halaman Facebook-nya. Rainsy merujuk pada kondisi di Ukraina, di mana aksi demonstrasi bisa meruntuhkan pemerintahan Presiden Viktor Yanukovych.

“Bersiaplah untuk bergabung dengan aksi protes. Ketika ada dua juta orang, kita akan seperti Ukraina. Saya percaya, Aangkatan Bersenjata tidak akan menembak dan membunuh orang, tapi justru bergandengan tangan dengan rakyat,” jelasnya.
(esn)
Berita Terkait
Thaksin Shinawatra Sangkal...
Thaksin Shinawatra Sangkal Konflik Keluarga Picu Perang Thailand dan Kamboja
Thailand Rebut Kembali...
Thailand Rebut Kembali Wilayah yang Dikuasai Kamboja
Setelah Perang 4 Hari,...
Setelah Perang 4 Hari, Thailand dan Kamboja Sepakat dengan Mediasi yang Ditawarkan Malaysia
Dinilai Lamban Tangani...
Dinilai Lamban Tangani Perang dengan Kamboja, Rakyat Thailand Kecam PM Paetongtarn
Perkuat Aliansi Politik...
Perkuat Aliansi Politik di Masa Perang, Thaksin Serukan Kedaulatan Thailand
Cegah Perang Berlanjut,...
Cegah Perang Berlanjut, PM Anwar Ibrahim Minta Thailand dan Kamboja Buka Dialog
Berita Terkini
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
34 menit yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
1 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
2 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
4 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
5 jam yang lalu
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved