NATO akan bantu reformasi demokrasi di Ukraina
Kamis, 27 Februari 2014 - 10:27 WIB
NATO akan bantu reformasi demokrasi di Ukraina
A
A
A
Sindonews.com – NATO mengaku akan terus membantu Ukraina dalam proses reformasi demokrasi di negara itu. Selama ini, NATO memang memiliki hubungan yang dekat dengan Ukraina.
"Ukraina adalah mitra dekat dan kawan lama NATO. Dan, NATO adalah teman yang tulus dari Ukraina," kata Kepala NATO, Anders Fogh Rasmussen, Rabu (26/2/2014), seperti dikutip dari The Star.
"Kami siap untuk terus membantu Ukraina dalam reformasi demokrasi," lanjut Rasmussen sebelum menghadiri pertemuan rutin Menteri-menteri Pertahanan negara anggota NATO.
Menurutnya, perkembangan terakhir di Ukraina akan dibahas dalam pertemuan Menteri-menteri Pertahanan NATO yang dilangsungkan selama dua hari di kota Brussels, Belgia.
Ketika ditanya apakah ia telah berhubungan dengan pihak Rusia setelah dipecatnya Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych, Rasmussen tidak menjawab secara langsung.
"Saya tekankan, adalah hak warga Ukraina untuk menentukan apa yang seharusnya menjadi masa depan negara mereka," katanya. "Semua bangsa menghormati kedaulatan dan kemerdekaan dan integritas wilayah Ukraina," lanjut Rasmussen.
"Ini adalah pesan yang juga telah kami disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan," jelas Rasmussen, tanpa menyebut nama Rusia.
"Ukraina adalah mitra dekat dan kawan lama NATO. Dan, NATO adalah teman yang tulus dari Ukraina," kata Kepala NATO, Anders Fogh Rasmussen, Rabu (26/2/2014), seperti dikutip dari The Star.
"Kami siap untuk terus membantu Ukraina dalam reformasi demokrasi," lanjut Rasmussen sebelum menghadiri pertemuan rutin Menteri-menteri Pertahanan negara anggota NATO.
Menurutnya, perkembangan terakhir di Ukraina akan dibahas dalam pertemuan Menteri-menteri Pertahanan NATO yang dilangsungkan selama dua hari di kota Brussels, Belgia.
Ketika ditanya apakah ia telah berhubungan dengan pihak Rusia setelah dipecatnya Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych, Rasmussen tidak menjawab secara langsung.
"Saya tekankan, adalah hak warga Ukraina untuk menentukan apa yang seharusnya menjadi masa depan negara mereka," katanya. "Semua bangsa menghormati kedaulatan dan kemerdekaan dan integritas wilayah Ukraina," lanjut Rasmussen.
"Ini adalah pesan yang juga telah kami disampaikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan," jelas Rasmussen, tanpa menyebut nama Rusia.
(esn)