Obama kobarkan perang cyber terhadap rezim Assad
Rabu, 26 Februari 2014 - 17:19 WIB
Obama kobarkan perang cyber terhadap rezim Assad
A
A
A
Sindonews.com –Sebuah laporan mengungkap, bahwa Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, telah bersiap meluncurkan serangan cyber terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al – Assad.
Perang cyber itu,diklaim untuk mencegah jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil di Suriah. Media AS, New York Times, menulis, penasihat keamanan Obama telah mengakui bahwa serangan cyber menjadi salah satu opsi perang AS terhadap rezim Suriah.
Opsi itu pernah diabaikan pada tahun 2011, karena AS khawatir akan menghadapi serangan balasan pada infrastruktur lokal. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Caitlin Hayden, pada Rabu (26/2/2014) menolak mengungkap rencana serangan cyber pada rezim Assad itu.
”Kami telah jelas, bahwa ada berbagai alat yang kita miliki untuk melindungi keamanan nasional kita, termasuk (peralatan) cyber,” kata Hayeden.
“Pada tahun 2012, Presiden (Obama) menandatangani direktif rahasia yang berkaitan dengan operasi cyber,” lanjut dia. Hayden melanjutkan, masalah Suriah tidak akan dapat diselesaikan tanpa ada solusi politik.
“Kami tetap berkomitmen untuk mencoba untuk bekerja guna menyelesaikan konflik ini, tapi dengan cara yang tidak melibatkan AS kembali dalam konflik berdarah di Timur Tengah,” imbuh Hayden.
Sebuah laporan terbaru yang diterbitkan oleh Lembaga Brookings, menyebut, Obama telah menggunakan menyampaikan rencana penggunaan perang drone.
Perang cyber itu,diklaim untuk mencegah jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil di Suriah. Media AS, New York Times, menulis, penasihat keamanan Obama telah mengakui bahwa serangan cyber menjadi salah satu opsi perang AS terhadap rezim Suriah.
Opsi itu pernah diabaikan pada tahun 2011, karena AS khawatir akan menghadapi serangan balasan pada infrastruktur lokal. Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Caitlin Hayden, pada Rabu (26/2/2014) menolak mengungkap rencana serangan cyber pada rezim Assad itu.
”Kami telah jelas, bahwa ada berbagai alat yang kita miliki untuk melindungi keamanan nasional kita, termasuk (peralatan) cyber,” kata Hayeden.
“Pada tahun 2012, Presiden (Obama) menandatangani direktif rahasia yang berkaitan dengan operasi cyber,” lanjut dia. Hayden melanjutkan, masalah Suriah tidak akan dapat diselesaikan tanpa ada solusi politik.
“Kami tetap berkomitmen untuk mencoba untuk bekerja guna menyelesaikan konflik ini, tapi dengan cara yang tidak melibatkan AS kembali dalam konflik berdarah di Timur Tengah,” imbuh Hayden.
Sebuah laporan terbaru yang diterbitkan oleh Lembaga Brookings, menyebut, Obama telah menggunakan menyampaikan rencana penggunaan perang drone.
(mas)