Menlu Rusia sebut AS sponsor teroris di Suriah
Jum'at, 21 Februari 2014 - 10:20 WIB
Menlu Rusia sebut AS sponsor teroris di Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, menuduh Amerika Serikat (AS) membiayai dan menyuplai bantuan untuk organisasi teroris yang berulah di Suriah. Komentar Lavrov itu muncul, saat dia berkunjung ke Irak, kemarin.
“Kebijakan AS mendorong ekstremis, membiayai terorisme dan memasok (bantuan) untuk organisasi teroris dan kelompoknya dengan senjata,” kata Lavrov dalam sambutannya berbahasa Rusia, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (20/2/2014).
Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan di situsnya, bahwa Lavrov berada di Baghdad untuk membahas isu-isu regional.”Lavrov tiba ke Ibukota Irak, Baghdad, untuk diskusi dengan pejabat senior pemerintah soal isu-isu regional yang menjadi kepentingan bersama,” bunyi pernyataan itu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Kunjungan Lavrov itu, mengikuti pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan kepala militer Mesir, Jenderal Abdel Fattah al - Sisi pekan lalu. Berbagai pertemuan itu, menjadi sinyal, bahwa Rusia mulai menunjukkan pengaruhnya kepada negara-negara Timur Tengah dan sekitarnya.
Komentar Lavrov terkait krisis Suriah, juga menjadi balasan atas kritik AS yang sebelumnya menyalahkan Rusia karena terus melindungi rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad yang hedak digulingkan kelompok oposisi atau pemberontak.
“Kebijakan AS mendorong ekstremis, membiayai terorisme dan memasok (bantuan) untuk organisasi teroris dan kelompoknya dengan senjata,” kata Lavrov dalam sambutannya berbahasa Rusia, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (20/2/2014).
Kementerian Luar Negeri Irak mengatakan di situsnya, bahwa Lavrov berada di Baghdad untuk membahas isu-isu regional.”Lavrov tiba ke Ibukota Irak, Baghdad, untuk diskusi dengan pejabat senior pemerintah soal isu-isu regional yang menjadi kepentingan bersama,” bunyi pernyataan itu, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Kunjungan Lavrov itu, mengikuti pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan kepala militer Mesir, Jenderal Abdel Fattah al - Sisi pekan lalu. Berbagai pertemuan itu, menjadi sinyal, bahwa Rusia mulai menunjukkan pengaruhnya kepada negara-negara Timur Tengah dan sekitarnya.
Komentar Lavrov terkait krisis Suriah, juga menjadi balasan atas kritik AS yang sebelumnya menyalahkan Rusia karena terus melindungi rezim Presiden Suriah, Bashar al-Assad yang hedak digulingkan kelompok oposisi atau pemberontak.
(mas)