Pengadilan Thailand larang aparat bertindak keras pada demonstran
Rabu, 19 Februari 2014 - 21:22 WIB
Pengadilan Thailand larang aparat bertindak keras pada demonstran
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah pengadilan di Thailand pada Rabu (19/2/2014), memerintahkan pemerintah untuk tidak menggunakan kekerasan terhadap aksi protes damai. Keputusan ini keluar satu hari setelah tewasnya 5 orang dalam bentrokan antara aparat dengan demonstran anti pemerintah.
Putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Sipil Thailand ini membuat pemerintah harus membatasi penggunaan kekuatan dalam menangani demonstrasi. Hal ini diprediksi akan mempersulit pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dalam penanganan aksi demo.
Sebelumnya, Pemerintah Thailand telah berjanji untuk menghindari penggunaan kekerasan terhadap para demonstran. Namun nyatanya, tetap jatuh korban jiwa dalam aksi demo terakhir.
Sementara kubu oposisi tetap melangsungkan aksi demo pada Rabu ini. Beberapa ribu pengunjuk rasa mengepung kantor Yingluck di pinggiran kota Bangkok. Dalam beberapa pekan terakhir, Yingluck memang telah memindahkan kantornya ke pinggiran kota.
"Kami akan terus merongrong dirinya (Yingluck) sepanjang hari, sampai dia tidak bisa tinggal di sini (Thailand)," kata pemimpin aksi protes anti pemerintah, Suthep Thaugsuban, seperti dikutip dari Channel News Asia.
Putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Sipil Thailand ini membuat pemerintah harus membatasi penggunaan kekuatan dalam menangani demonstrasi. Hal ini diprediksi akan mempersulit pemerintahan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dalam penanganan aksi demo.
Sebelumnya, Pemerintah Thailand telah berjanji untuk menghindari penggunaan kekerasan terhadap para demonstran. Namun nyatanya, tetap jatuh korban jiwa dalam aksi demo terakhir.
Sementara kubu oposisi tetap melangsungkan aksi demo pada Rabu ini. Beberapa ribu pengunjuk rasa mengepung kantor Yingluck di pinggiran kota Bangkok. Dalam beberapa pekan terakhir, Yingluck memang telah memindahkan kantornya ke pinggiran kota.
"Kami akan terus merongrong dirinya (Yingluck) sepanjang hari, sampai dia tidak bisa tinggal di sini (Thailand)," kata pemimpin aksi protes anti pemerintah, Suthep Thaugsuban, seperti dikutip dari Channel News Asia.
(esn)