Secuil sosok Jong-un, didikan Swiss & hidup ala Barat (4)
Selasa, 18 Februari 2014 - 15:50 WIB
Secuil sosok Jong-un, didikan Swiss & hidup ala Barat (4)
A
A
A
Sindonews.com – Tim Penyelidik PBB atas kejahatan rezim Kim Jong-un di Korea Utara (Korut) tidak hanya mengungkap praktik kekejaman di negara itu. Tapi juga mengupas sedikit gaya hidup Jong-un.
Ketua Tim Penyelidik PBB, Michael Kirby, mengatakan, kehidupan Jong-un, kontras dengan gaya hidup rakyat Korut pada umumnya. Dalam laporan tim PBB setebal 374 halaman, tertulis, Jong-un dididik di Swiss dan muncul dengan gaya hidup lebih kebarat-baratan ketimbang ayahnya, Kim Jong-il.
Jong-il meninggal tahun 2011. Sengkan Jong-un, yang kini usianya diperkirakan 30 tahun, mengambil alih posisi sebagai pemimpin tertinggi Korut. Laporan itu menyebut, ada harapan yang terputus, yakni soal reformasi di Korut yang tidak terlaksana, karena Jong-un menjalankan praktik kediktaktoran.
Harapan reformasi itu sejatinya sudah direncanakan ketika Jong-un dididik di Swiss.”Ada banyak harapan bahwa hal-hal akan berubah,” kata Kirby, seperti dikutip Telegraph, kemarin. ”Ia dididik di Barat, dia biasa dengan perkembangan telepon, olahraga dan hiburan modern,” lanjut dia.
Namun, pendidikan ala Barat tidak membuat Jong-un menerapkan sistem demokrasi pada umumnya. Praktik-praktik pengengkangan terhadap rakyatnya masih berlangsung. Kamp-kamp kerja paksa juga masih dipenuhi para tahanan politik.
Ketua Tim Penyelidik PBB, Michael Kirby, mengatakan, kehidupan Jong-un, kontras dengan gaya hidup rakyat Korut pada umumnya. Dalam laporan tim PBB setebal 374 halaman, tertulis, Jong-un dididik di Swiss dan muncul dengan gaya hidup lebih kebarat-baratan ketimbang ayahnya, Kim Jong-il.
Jong-il meninggal tahun 2011. Sengkan Jong-un, yang kini usianya diperkirakan 30 tahun, mengambil alih posisi sebagai pemimpin tertinggi Korut. Laporan itu menyebut, ada harapan yang terputus, yakni soal reformasi di Korut yang tidak terlaksana, karena Jong-un menjalankan praktik kediktaktoran.
Harapan reformasi itu sejatinya sudah direncanakan ketika Jong-un dididik di Swiss.”Ada banyak harapan bahwa hal-hal akan berubah,” kata Kirby, seperti dikutip Telegraph, kemarin. ”Ia dididik di Barat, dia biasa dengan perkembangan telepon, olahraga dan hiburan modern,” lanjut dia.
Namun, pendidikan ala Barat tidak membuat Jong-un menerapkan sistem demokrasi pada umumnya. Praktik-praktik pengengkangan terhadap rakyatnya masih berlangsung. Kamp-kamp kerja paksa juga masih dipenuhi para tahanan politik.
(mas)