Rezim & pemberontak Suriah sepakati gencatan senjata lokal

Selasa, 18 Februari 2014 - 01:22 WIB
Rezim & pemberontak...
Rezim & pemberontak Suriah sepakati gencatan senjata lokal
A A A
Sindonews.com – Rezim dan pemberontak Suriah telah menyetujui gencatan senjata lokal di lokasi kunci, di sekitar kota Damaskus. Seperti dilaporkan AFP, Senin (17/2/2014), di wilayah Babbila, tentara pemerintah dan pemberontak terlihat terlibat dalam percakapan.

Selain Babbila, gencatan senjata kemungkinan juga akan berlaku di wilayah Qudsaya, Moadamiyet al-Sham, Barzeh, Beit Sahem, Yalda, dan kamp pengungsi Palestina Yarmuk. Gencatan senjata ini tercapai setelah dilakukannya negosiasi oleh tokoh-tokoh publik.

Selain gencatan senjata, tercapai pula kesepakatan soal berakhirnya pengepungan dan diperbolehkannya suplai bantuan dan makanan memasuki daerah yang dikuasai pemberontak. Warga Babbila yang telah lama menderita kelaparan, sangat senang atas gencatan senjata ini.

Seorang pria yang nampak kelelahan dan berbusana compang-camping mengatakan kepada AFP, "Gencatan senjata ini akan memungkinkan saya untuk makan, untuk membeli makanan. Saya sangat berharap gencatan senjata bekerja".

Puluhan ribu warga sipil di daerah pemberontak telah menderita selama berbulan-bulan akibat pengepungan yang dilakukan pasukan pemerintah Suriah.

Gubernur Provinsi Damaskus, Hussein Makhluf, berjanji bahwa pelayanan publik akan dikembalikan ke daerah yang dilanda pengepungan. "Kita bisa merasakan anak-anak yang menyatukan bangsa," kata Makhluf. Ia menyalahkan "orang asing" atas konflik di Suriah.

Para aktivis mengatakan, gencatan senjata terjadi ketika tentara mengubah taktik pengepungan, setelah tidak mampu menetralisir kantong-kantong perlawanan pemberontak. Sementara pemberontak gagal untuk masuk ke Damaskus.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia telah lama berkampanye untuk diakhirinya pengepungan pada daerah yang dikuasai pemberontak. Lembaga ini menyebut taktik pengepungan sebagai “kejahatan perang".

"Gencatan senjata sebenarnya melayani kepentingan semua pihak. Sedangkan apa yang kita lihat adalah rezim memaksakan kehendaknya pada orang-orang yang kelaparan," kata Kepala Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, Rami Abdel Rahman.
(esn)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
9 Negara Pemasok Senjata...
9 Negara Pemasok Senjata Tentara Suriah
Berita Terkini
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
47 menit yang lalu
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
1 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
2 jam yang lalu
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
2 jam yang lalu
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
3 jam yang lalu
AS Kembalikan 2 Arca...
AS Kembalikan 2 Arca Buddha Abad ke-8 ke Indonesia, Hasil Curian Douglas Latchford
4 jam yang lalu
Infografis
Ancam Hancurkan Separuh...
Ancam Hancurkan Separuh Dunia, Ini Kekuatan Sebenarnya Senjata Nuklir Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved