Rusia puji rezim Suriah, Jerman mengecam
Senin, 17 Februari 2014 - 23:13 WIB
Rusia puji rezim Suriah, Jerman mengecam
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia menyatakan pada Senin (17/2/2014), bahwa kesalahan yang menyebabkan kurangnya kemajuan pada pembicaraan damai Suriah di Jenewa, tidak harus dibebankan pada kedua belah pihak yang bertikai.
Menurut Rusia, rezim Presiden Bashar al-Assad berada dalam posisi yang benar. “Upaya untuk mengangkat isu terorisme sebagai prioritas utama dalam perundingan damai, adalah tindakan yang benar,” sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga memuji yang mereka sebut sebagai "niat positif" dari delegasi Pemerintah Suriah. Rusia meminta mediator PBB, Lakhdar Brahimi, untuk tidak menyalahkan hanya satu sisi atas terhentinya perundingan damai itu.
Sementara itu, berbeda dengan Rusia, Pemerintah Jerman dengan tegas menuding rezim Suriah tidak serius tentang negosiasi. “Kegagalan perundingan sekali lagi menunjukkan, bahwa (Presiden Bashar al-Assad) dan orang-orangnya tidak serius dalam negosiasi," kata Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier.
“Pihak berwenang Suriah hanya tertarik soal konsolidasi kekuasaan pada mereka. Penderitaan Suriah dan masa depan negeri ini jelas tidak memainkan peran," tambah Steinmeier. Ia juga menyerukan agar DK PBB mengadopsi resolusi untuk mengakhiri kejahatan perang di Suriah.
Menurut Rusia, rezim Presiden Bashar al-Assad berada dalam posisi yang benar. “Upaya untuk mengangkat isu terorisme sebagai prioritas utama dalam perundingan damai, adalah tindakan yang benar,” sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.
Kementerian Luar Negeri Rusia juga memuji yang mereka sebut sebagai "niat positif" dari delegasi Pemerintah Suriah. Rusia meminta mediator PBB, Lakhdar Brahimi, untuk tidak menyalahkan hanya satu sisi atas terhentinya perundingan damai itu.
Sementara itu, berbeda dengan Rusia, Pemerintah Jerman dengan tegas menuding rezim Suriah tidak serius tentang negosiasi. “Kegagalan perundingan sekali lagi menunjukkan, bahwa (Presiden Bashar al-Assad) dan orang-orangnya tidak serius dalam negosiasi," kata Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier.
“Pihak berwenang Suriah hanya tertarik soal konsolidasi kekuasaan pada mereka. Penderitaan Suriah dan masa depan negeri ini jelas tidak memainkan peran," tambah Steinmeier. Ia juga menyerukan agar DK PBB mengadopsi resolusi untuk mengakhiri kejahatan perang di Suriah.
(esn)