Sulitnya Assad & oposisi berdamai di Jenewa

Jum'at, 14 Februari 2014 - 16:58 WIB
Sulitnya Assad & oposisi...
Sulitnya Assad & oposisi berdamai di Jenewa
A A A
Sindonews.com – Perundingan damai Suriah putaran kedua di Jenewa antara kubu rezim Presiden Bashar al-Assad dengan kubu oposisi pada Jumat (14/2/2014) kembali gagal mencapai kesepakatan.

Mediator PBB, Lakhdar Brahimi pesimistis, dan merasa kesulitan mendamaikan kedua kubu yang berseteru itu.

Amerika Serikat dan Rusia kini didorong untuk menggunakan pengaruh mereka guna menghidupkan perundingan damai yang buntu itu. “Kegagalan selalu menatap wajah kita,” keluh Brahimi, menggambarkan kondisi perundingan Suriah putaran kedua yang berakhir hari ini, seperti dikutip Reuters.

”Sampai sekarang, kami tidak membuat banyak kemajuan,” lanjut dia. ”Washington, yang mendukung oposisi, dan Moskow yang merupakan sekutu utama rezim Suriah berjanji, bahwa mereka akan membantu.”

Perundingan damai bertajuk Konferensi Jenewa II dimulai sejak 22 Januari 2014 untuk mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 136 ribu jiwa. Pada perundingan putaran pertama, perundingan tidak menghasilkan kemajuan, dan pada putaran kedua kondisinya juga tidak jauh berbeda.

”Kami tidak berharap bahwa pembicaraan akan sulit seperti ini. Kami berharap bahwa semua pihak akan mampu untuk berkompromi. Itu pertanda yang sangat buruk untuk proses tersebut,” lanjut dia.

Sementara itu, kubu Oposisi Koalisi Nasional menyatakan, bahwa satu-satunya jalan ke depan adalah tetap menciptakan sebuah pemerintahan transisi yang dapat membimbing Suriah menuju perdamaian. Tapi, istilah pemerintahan transisi tidak berlaku bagi kubu Assad, karena itu tidak beda jauh dengan pelengseran Assad.

Rezim Assad, tetap bersikeras perundingan hanya fokus pada upaya menghentikan kekerasan dan "terorisme" yang mereka sebut dilakukan para militan pemberontak. Kubu oposisi kini juga menantang PBB untuk menggelar perundingan putaran ketiga di tengah kegagalan beruntun dalam setiap perundingan damai Suriah di Swiss itu.
(mas)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Tenang...
Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
46 menit yang lalu
Iran Peringatkan Negara-negara...
Iran Peringatkan Negara-negara Penampung Pasukan AS Bersiap Hadapi Respons Setara
1 jam yang lalu
Tentara AS Terluka dalam...
Tentara AS Terluka dalam Serangan Iran di Yordania, Pentagon Belum Mengakui
2 jam yang lalu
Memanas, Iran Ancam...
Memanas, Iran Ancam Minta Houthi Blokir Selat Bab al-Mandeb, Perdagangan Global Kian Tercekik
4 jam yang lalu
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
5 jam yang lalu
Iran Hancurkan Depot...
Iran Hancurkan Depot Drone AS dan Pusat Kecerdasan Buatan di Bahrain
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved