Bela Assad, Rusia: Oposisi rusak perundingan !
Jum'at, 14 Februari 2014 - 16:44 WIB
Bela Assad, Rusia: Oposisi rusak perundingan !
A
A
A
Sindonews.com – Rusia kembali membela sekutunya, Presiden Bashar al-Assad yang ingin digulingkan kubu oposisi dalam perundingan di Jenewa yang berakhir Jumat (14/2/2014).
Rusia menuduh oposisi, negara-negara Barat dan negara-negara Arab pro-oposisi merusak perundingan dengan terus membahas penciptaan pemerintahan transisi.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan, perundingan semestinya tidak harus fokus pada penciptaan pemerintahan transisi atau penggulingan Assad.
”Kami memiliki kesan bahwa orang-orang yang mendukung oposisi dalam perundingan seperti menginginkan perubahan rezim,” kesalLavrov,seperti dikutip Reuters.
”Karena semua yang mereka inginkan justru berbicara untuk penciptaan badan transisi,” lanjut Lavrov. Pernyataan Menlu Rusia itu, sekali lagi untuk membuktikan dukungan Moskow untuk sekutunya, Pemerintah Presiden Bashar al – Assad, yang sejak awal menolak pembahasan badan transisi dalam perundingan.
Kubu Assad selama ini menginginkan perundingan damai Suriah lebih fokus pada solusi untuk memerangi “terorisme”, sebuah istilah yang digunakan rezim Assad untuk menyebut para militan pemberontak bersenjata.
Rusia menuduh oposisi, negara-negara Barat dan negara-negara Arab pro-oposisi merusak perundingan dengan terus membahas penciptaan pemerintahan transisi.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan, perundingan semestinya tidak harus fokus pada penciptaan pemerintahan transisi atau penggulingan Assad.
”Kami memiliki kesan bahwa orang-orang yang mendukung oposisi dalam perundingan seperti menginginkan perubahan rezim,” kesalLavrov,seperti dikutip Reuters.
”Karena semua yang mereka inginkan justru berbicara untuk penciptaan badan transisi,” lanjut Lavrov. Pernyataan Menlu Rusia itu, sekali lagi untuk membuktikan dukungan Moskow untuk sekutunya, Pemerintah Presiden Bashar al – Assad, yang sejak awal menolak pembahasan badan transisi dalam perundingan.
Kubu Assad selama ini menginginkan perundingan damai Suriah lebih fokus pada solusi untuk memerangi “terorisme”, sebuah istilah yang digunakan rezim Assad untuk menyebut para militan pemberontak bersenjata.
(mas)