Israel stop kepung Gaza atau pilih jadi musuh Turki
Rabu, 12 Februari 2014 - 18:46 WIB
Israel stop kepung Gaza atau pilih jadi musuh Turki
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, menegaskan kembali sikap pemerintahannya kepada Israel. Yakni, mengakhiri blokade atas jalur Gaza, Palestina atau tetap bermusuhan dengan Turki.
Menurutnya, rekonsiliasi antara Ankara dan Yerusalem pasca-tragedi penyerangan kapal Mavi Marmara tergantung dari jawaban Pemerintah Israel atas dua pilihan tersebut.
Tragedi penyerangan kapal Mavi Marmara yang menewaskan beberapa warga Turki saat menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza beberapa waktu silam telah memicu kemarahan rakyat Turki kepada Israel.
”Pembicaraan kompensasi atas nama korban Mavi Marmara, yang sedang berlangsung antara Ankara dan Yerusalem, belum diputuskan,” kata Erdogan, seperti dikutip Jpost, Rabu (12/2/2014).
”Pada tahap akhir, akan ada kebutuhan untuk memasukkan klausul dalam protokol yang menyerukan pencabutan atas pengepungan (Israel) di Gaza,” lanjut dia.
Pernyataan Erdogan itu mengejutkan Israel. Sebab, dua hari lalu, Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, menggambarkan kedekatan Turki dan Israel, sejak hubungan kedua negara itu retak karena tragedi penyerangan kapal Mavi Marmara.
Turki Hurriyet Daily News melaporkan, Davutoglu, yang dikenal kritis terhadap Israel telah berkomentar lunak. ”Baru-baru ini menjadi momentum dan pendekatan baru dalam pembicaraan kompensasi (korban tragedi Mavi Marmara)," katanya.
"Kita dapat mengatakan bahwa sebagian besar perbedaan telah dihapus baru-baru ini, dalam diskusi ini,” imbuh dia, dalam sebuah wawacara di salah satu stasiun televisi.
Menurutnya, rekonsiliasi antara Ankara dan Yerusalem pasca-tragedi penyerangan kapal Mavi Marmara tergantung dari jawaban Pemerintah Israel atas dua pilihan tersebut.
Tragedi penyerangan kapal Mavi Marmara yang menewaskan beberapa warga Turki saat menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza beberapa waktu silam telah memicu kemarahan rakyat Turki kepada Israel.
”Pembicaraan kompensasi atas nama korban Mavi Marmara, yang sedang berlangsung antara Ankara dan Yerusalem, belum diputuskan,” kata Erdogan, seperti dikutip Jpost, Rabu (12/2/2014).
”Pada tahap akhir, akan ada kebutuhan untuk memasukkan klausul dalam protokol yang menyerukan pencabutan atas pengepungan (Israel) di Gaza,” lanjut dia.
Pernyataan Erdogan itu mengejutkan Israel. Sebab, dua hari lalu, Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu, menggambarkan kedekatan Turki dan Israel, sejak hubungan kedua negara itu retak karena tragedi penyerangan kapal Mavi Marmara.
Turki Hurriyet Daily News melaporkan, Davutoglu, yang dikenal kritis terhadap Israel telah berkomentar lunak. ”Baru-baru ini menjadi momentum dan pendekatan baru dalam pembicaraan kompensasi (korban tragedi Mavi Marmara)," katanya.
"Kita dapat mengatakan bahwa sebagian besar perbedaan telah dihapus baru-baru ini, dalam diskusi ini,” imbuh dia, dalam sebuah wawacara di salah satu stasiun televisi.
(mas)