Pemberontak Suriah langgar gencatan senjata di Homs
Sabtu, 08 Februari 2014 - 23:29 WIB
Pemberontak Suriah langgar gencatan senjata di Homs
A
A
A
Sindonews.com – Pemberontak Suriah dilaporkan telah melanggar gencatan senjata di kota Homs, Sabtu (8/2/2014). “Mereka menembakkan beberapa mortir ke sebuah kantor polisi,” ujar Gubernur Homs, Talal Barazi, pada kantor berita SANA.
Serangan yang terjadi pada Sabtu pagi ini terjadi satu hari setelah disepakatinya gencatan senjata yang digagas PBB. Gencatan senjata itu dimaksudkan untuk memungkinkan warga sipil mengungsi dari kota Homs ke tempat penampungan yang dikelola pemerintah.
Serangan itu tak menimbulkan korban jiwa, namun tampaknya telah menyebabkan sejumlah kerusakan. Barazi mengatakan, perintah untuk menahan diri telah disebarkan kepada para komandan pasukan kedua belah pihak di lapangan. Hal ini untuk memastikan proses evakuasi warga sipil.
Menurutnya, pihak berwenang Suriah siap untuk memberikan bantuan bagi orang-orang enggan untuk meninggalkan rumah mereka di kota Homs. Dia juga mengatakan, bagian dari tim PBB yang menengahi gencatan senjata masih di kota Homs untuk mengamankan masuknya truk bantuan.
Satu hari sebelumnya, 83 orang yang terdiri dari perempuan, anak-anak dan manula telah dievakuasi dari Homs. Ini adalah gelombang pertama evakuasi sejak kota itu dikepung pasukan Pemerintah Suriah pada Juni 2012 silam. Diprediksi, ada 2.500 jiwa yang saat ini terjebak di Homs.
Serangan yang terjadi pada Sabtu pagi ini terjadi satu hari setelah disepakatinya gencatan senjata yang digagas PBB. Gencatan senjata itu dimaksudkan untuk memungkinkan warga sipil mengungsi dari kota Homs ke tempat penampungan yang dikelola pemerintah.
Serangan itu tak menimbulkan korban jiwa, namun tampaknya telah menyebabkan sejumlah kerusakan. Barazi mengatakan, perintah untuk menahan diri telah disebarkan kepada para komandan pasukan kedua belah pihak di lapangan. Hal ini untuk memastikan proses evakuasi warga sipil.
Menurutnya, pihak berwenang Suriah siap untuk memberikan bantuan bagi orang-orang enggan untuk meninggalkan rumah mereka di kota Homs. Dia juga mengatakan, bagian dari tim PBB yang menengahi gencatan senjata masih di kota Homs untuk mengamankan masuknya truk bantuan.
Satu hari sebelumnya, 83 orang yang terdiri dari perempuan, anak-anak dan manula telah dievakuasi dari Homs. Ini adalah gelombang pertama evakuasi sejak kota itu dikepung pasukan Pemerintah Suriah pada Juni 2012 silam. Diprediksi, ada 2.500 jiwa yang saat ini terjebak di Homs.
(esn)