Misionaris AS dipindah lagi ke kamp kerja paksa Korut
Sabtu, 08 Februari 2014 - 09:38 WIB
Misionaris AS dipindah lagi ke kamp kerja paksa Korut
A
A
A
Sindonews.com – Kenneth Bae, 45, seorang misionaris Amerika Serikat (AS) yang ditahan di Korea Utara (Korut) telah dipindahkan kembali dari rumah sakit ke kamp kerja paksa. Demikian keterangan Departemen Luar Negeri AS mengutip keterangan diplomat Swedia yang bertemu Bae di tahanan Korut.
Kenneth Bae telah ditahan selama lebih dari setahun di Korut, setelah dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa. Dia dituduh berupaya menggulingkan Pemerintah Korut.
Sejak musim panas lalu sampai Januari 2014, dia sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Pyongyang, karena kondisi kesehatannya memburuk.
”Pada tanggal 20 Januari 2014, dia pindah kembali ke kamp kerja paksa. Itu menurut informasi dari Kedutaan Besar Swedia yang bertemu dengan dia,” demikian keterangan resmi Dapartemen Laur Negeri AS, kepada Reuters, Sabtu (8/2/2014).
Jonathan, 23, putra Kenneth Bae, mengatakan, kondisi kesehatan ayahnya bermasalah. Salah satunya, dia tekena diabetes. ”Kami jelas sangat prihatin bahwa dia ada di sana, kami ingin agar dia secepatnya pulang,” ujarnya.
Kamis lalu, Presiden AS, Barack Obama, berdoa untuk Bae. ”Keluarganya ingin dia pulang. Dan AS akanterus melakukan segala daya kami untuk membebaskannya,” kata Obama.
Kenneth Bae telah ditahan selama lebih dari setahun di Korut, setelah dijatuhi hukuman 15 tahun kerja paksa. Dia dituduh berupaya menggulingkan Pemerintah Korut.
Sejak musim panas lalu sampai Januari 2014, dia sempat dirawat di sebuah rumah sakit di Pyongyang, karena kondisi kesehatannya memburuk.
”Pada tanggal 20 Januari 2014, dia pindah kembali ke kamp kerja paksa. Itu menurut informasi dari Kedutaan Besar Swedia yang bertemu dengan dia,” demikian keterangan resmi Dapartemen Laur Negeri AS, kepada Reuters, Sabtu (8/2/2014).
Jonathan, 23, putra Kenneth Bae, mengatakan, kondisi kesehatan ayahnya bermasalah. Salah satunya, dia tekena diabetes. ”Kami jelas sangat prihatin bahwa dia ada di sana, kami ingin agar dia secepatnya pulang,” ujarnya.
Kamis lalu, Presiden AS, Barack Obama, berdoa untuk Bae. ”Keluarganya ingin dia pulang. Dan AS akanterus melakukan segala daya kami untuk membebaskannya,” kata Obama.
(mas)