Gara-gara Pussy Riot, pejabat AS & Rusia saling ledek

Kamis, 06 Februari 2014 - 14:46 WIB
Gara-gara Pussy Riot,...
Gara-gara Pussy Riot, pejabat AS & Rusia saling ledek
A A A
Sindonews.com - Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Samantha Power dan Dubes Rusia Vialy Churkin, perang komentar terkait penilain terhadap band Pussy Riot.

Personel band punk itu baru-baru ini dibebaskan dari penjara dalam kasus penghinaan terhadap Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Samantha memuji para personel band itu yang mengekspresikan diri, meski dianggap “menganggu” di Rusia. Namun, Churkin meledek pujian itu, karena Samantha tidak pernah bertemu dan tidak tahu tentang band itu.

”Apakah dia (Samantha) sudah bergabung dengan band?. Saya mengharapkan dia untuk mengundang mereka untuk tampil di Washington,” katanya, seperti dikutip Reuters, Kamis (6/2/2014). ”Mungkin mereka bisa mengatur tur dunia untuk mereka,” lanjut Churkin .

“Bisa di Katedral St Petrus di Roma, mungkin di Mekkah, Arab Saudi , berakhir dengan konser di Tembok Ratapan di Yerusalem. Jadi, jika Samantha ikut tur hanya singkat, saya akan kecewa,” imbuh Churkin.

Komentar ledekan itu dibalas di Samantha melalui Twitter. Dia mengatakan, bahwa dia akan merasa terhormat untuk pergi tur dengan band Pussy Riot, karena mereka telah berbicara dan membela hak-hak asasi manusia. Samantha pun menantang Churkin untuk ikut tur konser band itu bersama dirinya.“Maukah Anda bergabung dengan kami?,” tanya Samantha.

”Saya tidak bisa menyanyi, tapi kalau Pussy Riot mengajak saya, saya akan mengatakan kepada Churkin, bahwa konser pertama saya adalah di tahanan politik Rusia,” balas ledekan Samantha via Twitter.

Para personel band Pussy Riot, di antaranya, Nadezhda Tolokonnikova dan Maria Alyokhina, baru-baru ini telah dibebaskan dari penjara Rusia. Mereka sebelumnya ditahan, setelah menggelar konser di gereja ortodoks, dan menyanyikan lagu religi yang liriknya diubah menjadi harapan kepada Tuhan agar Putin tidak berada di tanah Rusia. Ulah band itulah yang dianggap menghina Presiden Rusia.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
1 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
2 jam yang lalu
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
3 jam yang lalu
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
4 jam yang lalu
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
4 jam yang lalu
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved