Telat bantu rakyat hingga tewas, Presiden Iran dikecam
Kamis, 06 Februari 2014 - 12:05 WIB
Telat bantu rakyat hingga tewas, Presiden Iran dikecam
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Iran, Hassan Rouhani dikecam rakyatnya yang dilanda cuaca dingin. Musbabnya, karena banyak warga telah menunggu bantuan dari pemerintah selama berhari-hari dan tak kunjung datang.
Bahkan, karena tidak kuat menunggu bantuan yang telat, salah satu warga Iran dilaporkan meninggal. Lambannya Pemerintahan Rouhani dalam menolong warganya itu, menjadi pemberitaan utama di negara Paramulllah itu.
Media lokal bahkan menerbitkan foto-foto, di mana banyak warga antre di tepi jalan menanti bantuan pemerintah yang tidak kunjung tiba.
Sudah tiga hari terakhir, warga Iran dilanda cuaca dingin ekstrim, dan terus meminta bantuan makanan dari pemerintah. Kubu Konservatif Republik Islam Iran yang sangat kritis terhadap Rouhani karena terlibat negoisasi nuklir dengan negara-negara Barat, menyebut sikap lamban pemerintahan Rouhani itu memalukan negara.
”Membuat sejumlah besar orang miskin menunggu di sepanjang jalan dalam cuaca dingin, telah digunakan media musuh untuk menggambarkan citra gelap Iran,” bunyi editorial Kayhan, surat kabar yang pro-kelompok garis keras Iran, seperti dikutip al-Arabiya, Kamis (6/2/2014).
Sejumlah media pro-oposisi Iran bahkan melansir laporan, dua warga tewas saat berdesak-desakan menanti bantuan pemerintah. Namun, pejabat setempat mengatakan, dua warga yang tewas itu karena serangan jantung, bukan karena berdesak-desakan menanti bantuan.
Editorial media Iran itu juga menyerukan agar Presiden Rouhani harus meminta maaf atas kelambanan dalam penyaluran bantuan. Selain itu, para pejabat yang terkait juga diserukan untuk mengundurkan diri.
Bahkan, karena tidak kuat menunggu bantuan yang telat, salah satu warga Iran dilaporkan meninggal. Lambannya Pemerintahan Rouhani dalam menolong warganya itu, menjadi pemberitaan utama di negara Paramulllah itu.
Media lokal bahkan menerbitkan foto-foto, di mana banyak warga antre di tepi jalan menanti bantuan pemerintah yang tidak kunjung tiba.
Sudah tiga hari terakhir, warga Iran dilanda cuaca dingin ekstrim, dan terus meminta bantuan makanan dari pemerintah. Kubu Konservatif Republik Islam Iran yang sangat kritis terhadap Rouhani karena terlibat negoisasi nuklir dengan negara-negara Barat, menyebut sikap lamban pemerintahan Rouhani itu memalukan negara.
”Membuat sejumlah besar orang miskin menunggu di sepanjang jalan dalam cuaca dingin, telah digunakan media musuh untuk menggambarkan citra gelap Iran,” bunyi editorial Kayhan, surat kabar yang pro-kelompok garis keras Iran, seperti dikutip al-Arabiya, Kamis (6/2/2014).
Sejumlah media pro-oposisi Iran bahkan melansir laporan, dua warga tewas saat berdesak-desakan menanti bantuan pemerintah. Namun, pejabat setempat mengatakan, dua warga yang tewas itu karena serangan jantung, bukan karena berdesak-desakan menanti bantuan.
Editorial media Iran itu juga menyerukan agar Presiden Rouhani harus meminta maaf atas kelambanan dalam penyaluran bantuan. Selain itu, para pejabat yang terkait juga diserukan untuk mengundurkan diri.
(mas)