Lawan hukum anti-gay di Rusia, 405.000 orang teken petisi
Rabu, 05 Februari 2014 - 12:38 WIB
Lawan hukum anti-gay di Rusia, 405.000 orang teken petisi
A
A
A
Sindonews.com – Lebih dari 405.000 orang telah mendatangani petisi untuk melawan hukum anti-gay yang dibuat Pemerintah Rusia. Petisi itu diteken berbagai warga dunia menjelang Olimpiade Musim Dingin di Sochi, Rusia.
Warga Australia, Belle Brockhoff dan rekan-rekannya, menjadi penggagas petisi tersebut. Dia menyerukan, agar Pemerintah Rusia mengakhiri tindakan keras terhadap hak-hak gay yang ikut memeriahkan Olimpiade Musim Dingin.
“Kami berdiri dengan warga di Rusia yang menyerukan pemerintah mereka untuk menghentikan tindakan keras terhadap lesbian, gay, dan orang-orang transgender yang memicu kekerasan anti – gay,” kata Brockhoff, 21, anggota komunitas gay dari tim Australia, seperti dikutip Sky News, Rabu (5/2/2014).
Kelompok-kelompok gay yang meneken petisi itu juga berencana untuk mengadakan demonstrasi di Moskow, London, Rio de Janeiro dan Sochi, 48 jam sebelum upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin.
Rusia telah mengeluarkan peraturan baru tahun laluyang melarang apa yang disebut "propaganda homoseksual” yang menargetkan anak di bawah umur di Rusia.
Warga Australia, Belle Brockhoff dan rekan-rekannya, menjadi penggagas petisi tersebut. Dia menyerukan, agar Pemerintah Rusia mengakhiri tindakan keras terhadap hak-hak gay yang ikut memeriahkan Olimpiade Musim Dingin.
“Kami berdiri dengan warga di Rusia yang menyerukan pemerintah mereka untuk menghentikan tindakan keras terhadap lesbian, gay, dan orang-orang transgender yang memicu kekerasan anti – gay,” kata Brockhoff, 21, anggota komunitas gay dari tim Australia, seperti dikutip Sky News, Rabu (5/2/2014).
Kelompok-kelompok gay yang meneken petisi itu juga berencana untuk mengadakan demonstrasi di Moskow, London, Rio de Janeiro dan Sochi, 48 jam sebelum upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin.
Rusia telah mengeluarkan peraturan baru tahun laluyang melarang apa yang disebut "propaganda homoseksual” yang menargetkan anak di bawah umur di Rusia.
(mas)