Sri Lanka tolak keluarkan visa bagi pejabat tinggi AS
Rabu, 05 Februari 2014 - 02:00 WIB
Sri Lanka tolak keluarkan visa bagi pejabat tinggi AS
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Sri Lanka menolak mengeluarkan visa untuk Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Masalah Perempuan, Catherine Russell. Penolakan ini membuat Russell terpaksa membatalkan kunjungan tingkat tinggi ke Kolombo, 10-11 Februari mendatang.
"Sangat disesalkan, bahwa pemerintah Sri Lanka telah menolak untuk memberikan visa kepada Duta Besar Catherine Russell untuk perjalanan ini," kata juru bicara Kedutaan Besar AS di Sri Lanka, Selasa (4/2/2014), seperti dikutip dari Xinhua.
Semula, dalam lawatan ini, Russel akan bertemu dengan sejumlah pejabat pemerintah, anggota Parlemen Perempuan, serta dengan organisasi perempuan dari seluruh Sri Lanka. Aplikasi visa Russell secara resmi disampaikan pada 27 Januari dan ditolak pada 31 Januari.
Dilaporkan, saat ini Pemerintah Sri Lanka sedang marah atas pernyataan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan Asia Selatan dan Tengah, Nisha Biswal. Ia menyatakan rasa frustrasi dan skeptisisme di AS dan masyarakat internasional tentang penyelidikan tentang hari-hari terakhir perang yang telah menyebabkan meningkatnya panggilan untuk penyelidikan internasional.
Sementara Kementerian Luar Negeri Sri Lanka mengatakan, AS memiliki keinginan untuk percaya yang terburuk dari Sri Lanka. "Kurang adanya objektivitas dalam mengenali kemajuan substansial dalam mengatasi tantangan selama rentang empat setengah tahun sejak berakhirnya konflik bersenjata yang berlangsung lebih dari 30 tahun," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Sri Lanka.
"Sangat disesalkan, bahwa pemerintah Sri Lanka telah menolak untuk memberikan visa kepada Duta Besar Catherine Russell untuk perjalanan ini," kata juru bicara Kedutaan Besar AS di Sri Lanka, Selasa (4/2/2014), seperti dikutip dari Xinhua.
Semula, dalam lawatan ini, Russel akan bertemu dengan sejumlah pejabat pemerintah, anggota Parlemen Perempuan, serta dengan organisasi perempuan dari seluruh Sri Lanka. Aplikasi visa Russell secara resmi disampaikan pada 27 Januari dan ditolak pada 31 Januari.
Dilaporkan, saat ini Pemerintah Sri Lanka sedang marah atas pernyataan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk urusan Asia Selatan dan Tengah, Nisha Biswal. Ia menyatakan rasa frustrasi dan skeptisisme di AS dan masyarakat internasional tentang penyelidikan tentang hari-hari terakhir perang yang telah menyebabkan meningkatnya panggilan untuk penyelidikan internasional.
Sementara Kementerian Luar Negeri Sri Lanka mengatakan, AS memiliki keinginan untuk percaya yang terburuk dari Sri Lanka. "Kurang adanya objektivitas dalam mengenali kemajuan substansial dalam mengatasi tantangan selama rentang empat setengah tahun sejak berakhirnya konflik bersenjata yang berlangsung lebih dari 30 tahun," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Sri Lanka.
(esn)