AS: Aksi militer mungkin jika diplomasi dengan Iran gagal
Senin, 03 Februari 2014 - 15:10 WIB
AS: Aksi militer mungkin jika diplomasi dengan Iran gagal
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) memberikan sinyal untuk menggunakan kekuatan militer jika diplomasi nuklir Iran dengan negara-negara kekuatan dunia gagal. Sinyal penggunaan kekuatan militer itu disampaikan wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf.
“Mungkin melibatkan aksi militer,” kata Harf. ”Saya tidak memprediksi bahwa kami akan mengambil tindakan militer segera mungkin,” lanjut dia.
“Ini lebih dari sebuah pernyataan yang luas. Jika kita tidak bisa menghasilkan kesepakatan dalam diplomasi enam bulan atau satu tahun, tapi kami berkomitmen untuk menyelesaikan itu. Terus terang, ini tindakan berisiko,” imbuh Harf, seperti dilansir Jpost, kemarin.
Pekan lalu, Presiden AS Barack Obama mengatakan, bahwa negosiasi antara Iran dengan negara-negara kekuatan dunia atau P5 +1 (AS, Inggris, Perancis, Rusia, China dan Jerman) adalah kesempatan terbaik di dunia untuk mengatasi kebuntuan secara damai. ”Untuk menghindari risiko perang,” kata Obama.
Dalam pernyataan terbaru, Harf mengklaim, AS tidak berniat perang dalam waktu dekat.”Saya tidak mengatakan dalam enam bulan kita akan untuk pergi berperang jika kita tidak mendapatkan kesepakatan itu. Secara garis besar, alternatif untuk menyelesaikan hal ini secara diplomatis adalah menyelesaikan masalah itu melalui cara lain,” ujarnya.
”Hanya ada beberapa skenario yang keluar dari masalah ini. Entah kita menyelesaikannya secara diplomatis atau kita menyelesaikannya dengan cara yang berbeda.Ini hanya akal sehat bahwa cara yang berbeda mungkin melibatkan aksi militer.”
“Mungkin melibatkan aksi militer,” kata Harf. ”Saya tidak memprediksi bahwa kami akan mengambil tindakan militer segera mungkin,” lanjut dia.
“Ini lebih dari sebuah pernyataan yang luas. Jika kita tidak bisa menghasilkan kesepakatan dalam diplomasi enam bulan atau satu tahun, tapi kami berkomitmen untuk menyelesaikan itu. Terus terang, ini tindakan berisiko,” imbuh Harf, seperti dilansir Jpost, kemarin.
Pekan lalu, Presiden AS Barack Obama mengatakan, bahwa negosiasi antara Iran dengan negara-negara kekuatan dunia atau P5 +1 (AS, Inggris, Perancis, Rusia, China dan Jerman) adalah kesempatan terbaik di dunia untuk mengatasi kebuntuan secara damai. ”Untuk menghindari risiko perang,” kata Obama.
Dalam pernyataan terbaru, Harf mengklaim, AS tidak berniat perang dalam waktu dekat.”Saya tidak mengatakan dalam enam bulan kita akan untuk pergi berperang jika kita tidak mendapatkan kesepakatan itu. Secara garis besar, alternatif untuk menyelesaikan hal ini secara diplomatis adalah menyelesaikan masalah itu melalui cara lain,” ujarnya.
”Hanya ada beberapa skenario yang keluar dari masalah ini. Entah kita menyelesaikannya secara diplomatis atau kita menyelesaikannya dengan cara yang berbeda.Ini hanya akal sehat bahwa cara yang berbeda mungkin melibatkan aksi militer.”
(mas)