Prostitusi Asia super mahal di AS digerebek
Jum'at, 31 Januari 2014 - 18:09 WIB
Prostitusi Asia super mahal di AS digerebek
A
A
A
Sindonews.com – Pihak kepolisian New York, Amerika Serikat (AS) menggerebek jaringan prostitusi Asia dengan harga sangat mahal. Belasan wanita Asia yang dijadikan pelacur untuk menyambut ajang Super Bowl ditangkap.
Super Bowl adalah kompetisi sepak bola terbesar di AS yang menarik perhatian puluhan ribu orang. Penyidik dari Kejaksaan Agung AS, Eric Schneiderman, mengatakan, operasi itu dilakukan Kepolisian New York dan (NYPD) dengan sasaran pengedar narkoba, dan pemasok pelacur.
“Jaringan ini telah aktif dalam dua minggu terakhir,mereka memanfaatkan momen kemeriahan di sekitar ajang Super Bowl,” tulis New York Post, Jumat (31/1/2014), mengutip sumber di NYPD.
”Mereka tidak hanya melayani warga New York, tetapi mereka juga menargetkan orang-orang dari luar kota, dengan cara mengirim pesan singkat (SMS) ke calon klien,” lanjut sumber itu.
Jaringan prostitusi super mahal itu sempat membuat heboh, setelah beredar SMS dengan bunyi; ”Wanita seksi dan cantik baru di kota menunggu Anda.” Menurut pihak NYPD, 11 dari 18 orang yang ditangkap telah diperiksa. Polisi mengklaim akan banyak lagi yang akan ditangkap dalam kasus prostitusi itu.
Masih menurut polisi, jaringan prostitusi super mahal ini beroperasi mirip sebuah perusahaan. Di mana, beberapa orang yang disebut sebagai “manajer” dan para pelacur tidak berjalan sendiri-sendiri.
”Tak satu pun dari orang-orang yang Anda lihat di sini adalah pelacur yang mangkal di jalan. Kita akan selidiki manajemen perushaan kriminal ini,” kata Schneiderman.
Para pelacur yang dipekerjakan dalam bisnis ini, lanjut Schneiderman, terbagi dalam tiga jaringan. Yakni, kelompok VIP emas, kelompok Jackie dan Yoon, serta kelompok kupu-kupu. Pada kamis pagi waktu setempat atau hari ini, sejumlah orang yang terlibat dalam jaringan prostitusi itu diborgol, termasuk para perempuan Asia yang dijadikan pelacur. Mereka dibawa ke kantor polisi dengan wajah ditutup kerudung bulu.
Super Bowl adalah kompetisi sepak bola terbesar di AS yang menarik perhatian puluhan ribu orang. Penyidik dari Kejaksaan Agung AS, Eric Schneiderman, mengatakan, operasi itu dilakukan Kepolisian New York dan (NYPD) dengan sasaran pengedar narkoba, dan pemasok pelacur.
“Jaringan ini telah aktif dalam dua minggu terakhir,mereka memanfaatkan momen kemeriahan di sekitar ajang Super Bowl,” tulis New York Post, Jumat (31/1/2014), mengutip sumber di NYPD.
”Mereka tidak hanya melayani warga New York, tetapi mereka juga menargetkan orang-orang dari luar kota, dengan cara mengirim pesan singkat (SMS) ke calon klien,” lanjut sumber itu.
Jaringan prostitusi super mahal itu sempat membuat heboh, setelah beredar SMS dengan bunyi; ”Wanita seksi dan cantik baru di kota menunggu Anda.” Menurut pihak NYPD, 11 dari 18 orang yang ditangkap telah diperiksa. Polisi mengklaim akan banyak lagi yang akan ditangkap dalam kasus prostitusi itu.
Masih menurut polisi, jaringan prostitusi super mahal ini beroperasi mirip sebuah perusahaan. Di mana, beberapa orang yang disebut sebagai “manajer” dan para pelacur tidak berjalan sendiri-sendiri.
”Tak satu pun dari orang-orang yang Anda lihat di sini adalah pelacur yang mangkal di jalan. Kita akan selidiki manajemen perushaan kriminal ini,” kata Schneiderman.
Para pelacur yang dipekerjakan dalam bisnis ini, lanjut Schneiderman, terbagi dalam tiga jaringan. Yakni, kelompok VIP emas, kelompok Jackie dan Yoon, serta kelompok kupu-kupu. Pada kamis pagi waktu setempat atau hari ini, sejumlah orang yang terlibat dalam jaringan prostitusi itu diborgol, termasuk para perempuan Asia yang dijadikan pelacur. Mereka dibawa ke kantor polisi dengan wajah ditutup kerudung bulu.
(mas)