Tak takut AS, Korut siapkan penangkal nuklir
Kamis, 30 Januari 2014 - 12:59 WIB
Tak takut AS, Korut siapkan penangkal nuklir
A
A
A
Sindonews.com –Hyun Hak-bong, seorang diplomat senior Korea Utara (Korut), mengatakan, Amerika Serikat (AS) yang harus disalahkan atas ketegangan di semenanjung Korea.
Korut, bahkan menyiapkan penangkal senjata nuklir untuk melindungi diri dari ancaman AS yang akan nekat menggelar latihan perang bersama.
Dalam sebuah wawancara dengan Sky News, Kamis (30/1/2014), Duta Besar Korut untuk Inggris itu, mendesak agar Korea Selatan (Korsel) membatalkan latihan perang bersama AS yang rencananya digelar bulan depan.
”Sudah saatnya bagi Korsel untuk membatalkan atau menghentikan latihan militer. Dan disarankan bagi komunitas internasional untuk berusaha keras mencegah semacam latihan militer yang berbahaya,” kata Hyun, yang mewakili pernyataan resmi pemimpin Korut, Kim Jong-un.
Namun, dia tidak bersedia untuk memprediksi apa yang akan dilakukan Korut, jika Korsel dan AS tetap nekat menggelar latihan perang. ”Ini tidak membantu bagi AS untuk tetap tinggal di Korsel,” ujarnya.
”AS membuat situasi tegang sepanjang waktu dengan membawa peralatan militer dan mengganggu perdamaian di semenanjung (Korea), dengan mengejar kebijakan bermusuhan dan mengancam DPRK (Korut) dengan senjata nuklir.”
”Jadi saya tidak berpikir AS membantu, kecuali meninggalkan kebijakan bermusuhan terhadap DPRK,” lanjut Hyun.
AS sebelumnya telah telah menegaskan, bahwa Korut harus menghentikan semua produksi senjata nuklir sebelum perundingan perdamaian dapat dimulai lagi. Namun Hyun menyatakan, negaranya belum bersedia dengan melihat situasi saat ini.
“DPRK tidak memiliki pilihan, tetapi memiliki penangkal nuklir untuk membela kedaulatan negara dan menyelamatkan perdamaian di semenanjung Korea serta kehidupan masyarakat,” imbuh Hyun.
Korut, bahkan menyiapkan penangkal senjata nuklir untuk melindungi diri dari ancaman AS yang akan nekat menggelar latihan perang bersama.
Dalam sebuah wawancara dengan Sky News, Kamis (30/1/2014), Duta Besar Korut untuk Inggris itu, mendesak agar Korea Selatan (Korsel) membatalkan latihan perang bersama AS yang rencananya digelar bulan depan.
”Sudah saatnya bagi Korsel untuk membatalkan atau menghentikan latihan militer. Dan disarankan bagi komunitas internasional untuk berusaha keras mencegah semacam latihan militer yang berbahaya,” kata Hyun, yang mewakili pernyataan resmi pemimpin Korut, Kim Jong-un.
Namun, dia tidak bersedia untuk memprediksi apa yang akan dilakukan Korut, jika Korsel dan AS tetap nekat menggelar latihan perang. ”Ini tidak membantu bagi AS untuk tetap tinggal di Korsel,” ujarnya.
”AS membuat situasi tegang sepanjang waktu dengan membawa peralatan militer dan mengganggu perdamaian di semenanjung (Korea), dengan mengejar kebijakan bermusuhan dan mengancam DPRK (Korut) dengan senjata nuklir.”
”Jadi saya tidak berpikir AS membantu, kecuali meninggalkan kebijakan bermusuhan terhadap DPRK,” lanjut Hyun.
AS sebelumnya telah telah menegaskan, bahwa Korut harus menghentikan semua produksi senjata nuklir sebelum perundingan perdamaian dapat dimulai lagi. Namun Hyun menyatakan, negaranya belum bersedia dengan melihat situasi saat ini.
“DPRK tidak memiliki pilihan, tetapi memiliki penangkal nuklir untuk membela kedaulatan negara dan menyelamatkan perdamaian di semenanjung Korea serta kehidupan masyarakat,” imbuh Hyun.
(mas)