Amankan pemilu, Thailand bakal kerahkan 10.000 polisi
Kamis, 30 Januari 2014 - 11:01 WIB
Amankan pemilu, Thailand bakal kerahkan 10.000 polisi
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Thailand akan mengerahkan 10.000 polisi di Ibukota Bangkok untuk mengamankan jalannya pemilu dini pada 2 Februari 2014 nanti. Puluhan ribu polisi itu akan disiagakan untuk mencegah gangguan dari pihak yang menentang pemilu.
Pemerintah nekat menggelar pemilu dini, meskipun kubu oposisi sudah memutuskan memboikotnya. Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, mendesak para pemilih untuk menggunakan hak pilihnya.
”Meskipun demo terus terjadi, saya percaya Anda bisa pergi keluar dan memilih,” kata Yingluck, seperti dikutip Reuters, Kamis (30/1/2014). ”Saya meminta semua orang yang terlibat dalam pemilu, terutama aparat keamanan, untuk memastikan bahwa orang-orang bisa keluar dan memberikan hak suaranya.”
Menteri Perburuhan, Chalerm Yoobamrung, yang bertanggung jawab atas penerapan status darurat, mengatakan pasukan keamanan siap untuk mengatasi kerusuhan apapun.”Mereka yang berpikir untuk pergi dan menutup tempat pemungutan suara (TPS) di pagi hari, harus berpikir dua kali karena polisi tidak akan memungkinkan mereka untuk berbuat itu,” ujarnya.
Sementara itu, para demonstran pro-oposisi terus berusaha untuk menggulingkan Yingluck. Mereka bersumpah untuk mencegah para warga memberikan suaranya di TPS, seperti yang dilakukan pada pemungutan suara awal di berbagai TPS di Bangkok minggu lalu.
Pemerintah nekat menggelar pemilu dini, meskipun kubu oposisi sudah memutuskan memboikotnya. Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra, mendesak para pemilih untuk menggunakan hak pilihnya.
”Meskipun demo terus terjadi, saya percaya Anda bisa pergi keluar dan memilih,” kata Yingluck, seperti dikutip Reuters, Kamis (30/1/2014). ”Saya meminta semua orang yang terlibat dalam pemilu, terutama aparat keamanan, untuk memastikan bahwa orang-orang bisa keluar dan memberikan hak suaranya.”
Menteri Perburuhan, Chalerm Yoobamrung, yang bertanggung jawab atas penerapan status darurat, mengatakan pasukan keamanan siap untuk mengatasi kerusuhan apapun.”Mereka yang berpikir untuk pergi dan menutup tempat pemungutan suara (TPS) di pagi hari, harus berpikir dua kali karena polisi tidak akan memungkinkan mereka untuk berbuat itu,” ujarnya.
Sementara itu, para demonstran pro-oposisi terus berusaha untuk menggulingkan Yingluck. Mereka bersumpah untuk mencegah para warga memberikan suaranya di TPS, seperti yang dilakukan pada pemungutan suara awal di berbagai TPS di Bangkok minggu lalu.
(mas)