Presiden Filipina: Hancurkan militan Muslim yang tolak berdamai
Rabu, 29 Januari 2014 - 18:46 WIB
Presiden Filipina: Hancurkan militan Muslim yang tolak berdamai
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Filipina Benigno Aquino bersumpah akan menghancurkan militan Muslim yang menentang kesepakatan damai antara Pemerintah Filipina dengan kelompok militan.
"Angkatan bersenjata menggelar operasi ini untuk mencegah kegiatan melanggar hukum yang menimbulkan kerusakan pada populasi kami dan untuk menurunkan kemampuan mereka untuk kembali bertindak menggangu perundingan damai,” kata Aquino kepada wartawan di Manila, Rabu (29/1/2014).
Akhir pekan lalu, Pemerintah Filipina mencapai kesepakatan guna tercapainya perjanjian damai dengan kelompok militan Muslim terbesar di negara itu, Front Pembebasan Islam Moro (MILF). MILF telah melakukan perlawanan bersenjata selama beberapa dekade. Pertikaian itu telah menyebabkan 150 ribu orang tewas.
Namun, di tengah kesepakatan ini, sempalan MILF yang menamakan diri Pejuang Kebebasan Islam Bangsamoro (BIFF), terlibat bentrokan dengan tentara Pemerintah Filipina. Akibat bentrokan itu, 38 militan BIFF dilaporkan tewas.
Juru bicara militer setempat, Kolonel Dickson Hermoso, mengatakan, tentara telah menemukan 37 mayat anggota BIFF yang tewas dalam tiga hari pertempuran di dan sekitar desa terpencil, di selatan Filipina.
“Seorang tentara juga tewas dan tujuh lainnya luka-luka. Pemberontak merangkai bom rakitan dan menembakan mortir ke tentara kami. Tapi, mereka telah terpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok kecil dan pasukan kita saat ini membabat wilayah ini,” jelas Hermoso kepada wartawan.
"Angkatan bersenjata menggelar operasi ini untuk mencegah kegiatan melanggar hukum yang menimbulkan kerusakan pada populasi kami dan untuk menurunkan kemampuan mereka untuk kembali bertindak menggangu perundingan damai,” kata Aquino kepada wartawan di Manila, Rabu (29/1/2014).
Akhir pekan lalu, Pemerintah Filipina mencapai kesepakatan guna tercapainya perjanjian damai dengan kelompok militan Muslim terbesar di negara itu, Front Pembebasan Islam Moro (MILF). MILF telah melakukan perlawanan bersenjata selama beberapa dekade. Pertikaian itu telah menyebabkan 150 ribu orang tewas.
Namun, di tengah kesepakatan ini, sempalan MILF yang menamakan diri Pejuang Kebebasan Islam Bangsamoro (BIFF), terlibat bentrokan dengan tentara Pemerintah Filipina. Akibat bentrokan itu, 38 militan BIFF dilaporkan tewas.
Juru bicara militer setempat, Kolonel Dickson Hermoso, mengatakan, tentara telah menemukan 37 mayat anggota BIFF yang tewas dalam tiga hari pertempuran di dan sekitar desa terpencil, di selatan Filipina.
“Seorang tentara juga tewas dan tujuh lainnya luka-luka. Pemberontak merangkai bom rakitan dan menembakan mortir ke tentara kami. Tapi, mereka telah terpecah-pecah menjadi kelompok-kelompok kecil dan pasukan kita saat ini membabat wilayah ini,” jelas Hermoso kepada wartawan.
(esn)