10 ribu polisi disebar ke Bangkok untuk amankan pemilu
Rabu, 29 Januari 2014 - 17:25 WIB
10 ribu polisi disebar ke Bangkok untuk amankan pemilu
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Thailand akan mengerahkan 10 ribu polisi ke ibu kota Bangkok pada hari pelaksanaan pemilu, 2 Februari mendatang. Pengerahan aparat sebesar ini diyakini bisa mengamankan jalannya pemilu.
"Saya meminta warga Bangkok untuk keluar dan memberikan suara," kata Menteri Tenaga Kerja Thailand, Chalerm Yoobamrung kepada wartawan, Rabu (29/1/2014).
"Polisi akan mengurus keamanan. Mereka yang berpikir untuk menutup TPS di pagi hari harus berpikir dua kali, karena polisi tidak akan memungkinkan mereka untuk melakukan hal itu," jelas Yoobamrung, seperti dikutip dari Reuters.
Chalerm, yang bertanggung jawab atas situasi keadaan darurat di Bangkok yang mulai diberlakukan pada pekan lalu, menyatakan sekitar 10 ribu polisi akan dikirim ke Bangkok pada akhir pekan untuk menangani masalah keamanan di TPS.
Sebelumny, kubu oposisi telah mengancam akan mengganggu jalannya pemilu. Demonstran anti pemerintah telah memblokir pemungutan suara awal yang digelar pada akhir pekan lalu. Oposisi Thailand tak menginginkan pemilu, mereka meminta PM Yingluck Shinawatra untuk mundur.
"Saya meminta warga Bangkok untuk keluar dan memberikan suara," kata Menteri Tenaga Kerja Thailand, Chalerm Yoobamrung kepada wartawan, Rabu (29/1/2014).
"Polisi akan mengurus keamanan. Mereka yang berpikir untuk menutup TPS di pagi hari harus berpikir dua kali, karena polisi tidak akan memungkinkan mereka untuk melakukan hal itu," jelas Yoobamrung, seperti dikutip dari Reuters.
Chalerm, yang bertanggung jawab atas situasi keadaan darurat di Bangkok yang mulai diberlakukan pada pekan lalu, menyatakan sekitar 10 ribu polisi akan dikirim ke Bangkok pada akhir pekan untuk menangani masalah keamanan di TPS.
Sebelumny, kubu oposisi telah mengancam akan mengganggu jalannya pemilu. Demonstran anti pemerintah telah memblokir pemungutan suara awal yang digelar pada akhir pekan lalu. Oposisi Thailand tak menginginkan pemilu, mereka meminta PM Yingluck Shinawatra untuk mundur.
(esn)