Pemerintah Thailand tetap akan gelar pemilu sesuai jadwal
Selasa, 28 Januari 2014 - 19:46 WIB
Pemerintah Thailand tetap akan gelar pemilu sesuai jadwal
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Thailand bersikeras tetap akan menggelar pemilu sesuai jadwal semula, yakni 2 Februari mendatang, meski sejumlah bentrokan mewarnai pemungutan suara awal.
"Kami bersikeras, bahwa pemilihan pada tanggal 2 Februari harus diadakan. Sebab, sebagian besar orang ingin pemilu," kata Wakil Perdana Menteri Thailand, Surapong Tovichakchaikul, seperti dikutip dari Reuters.
Pernyataan ini dilontarkan Tovichakchaikul menjelang pertemuan antara Perdana Menteri dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Thailand yang ingin menunda pemilu. KPU tak ingin pemilu menjadi ajang pertumpahan darah.
Kubu oposisi sendiri telah mengancam akan mengganggu jalannya pemilu. Mereka akan memblokir setiap jalan menuju tempat pemungutan suara. Oposisi Thailand tak menghendaki pemilu, mereka ingin Perdana Menteri Yingluck Shinawatra turun dari jabatannya.
Sejak 13 Januari lalu, simpatisan oposisi telah melakukan aksi pendudukan kota Bangkok, meski secara bertahap jumlah mereka terus berkurang. Sebelumnya, Pemerintah Thailand telah mengumumkan keadaan darurat selama 60 hari di ibu kota dan sekitarnya.
"Kami bersikeras, bahwa pemilihan pada tanggal 2 Februari harus diadakan. Sebab, sebagian besar orang ingin pemilu," kata Wakil Perdana Menteri Thailand, Surapong Tovichakchaikul, seperti dikutip dari Reuters.
Pernyataan ini dilontarkan Tovichakchaikul menjelang pertemuan antara Perdana Menteri dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Thailand yang ingin menunda pemilu. KPU tak ingin pemilu menjadi ajang pertumpahan darah.
Kubu oposisi sendiri telah mengancam akan mengganggu jalannya pemilu. Mereka akan memblokir setiap jalan menuju tempat pemungutan suara. Oposisi Thailand tak menghendaki pemilu, mereka ingin Perdana Menteri Yingluck Shinawatra turun dari jabatannya.
Sejak 13 Januari lalu, simpatisan oposisi telah melakukan aksi pendudukan kota Bangkok, meski secara bertahap jumlah mereka terus berkurang. Sebelumnya, Pemerintah Thailand telah mengumumkan keadaan darurat selama 60 hari di ibu kota dan sekitarnya.
(esn)