Karzai: tak ada perjanjian keamanan tanpa pembicaraan damai
Sabtu, 25 Januari 2014 - 22:00 WIB
Karzai: tak ada perjanjian keamanan tanpa pembicaraan damai
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Afghanistan, Hamid Karzai kembali menegaskan pada Sabtu (25/1/2014), bahwa Taliban harus dibawa ke meja perundingan, sebelum dia setuju untuk menandatangani perjanjian keamanan dengan Amerika Serikat (AS).
Menurutnya, AS harus mendorong proses perdamaian sejati dengan militan Taliban dan juga menghentikan operasi militer.
"Awal proses perdamaian akan berarti, bahwa tidak ada orang asing yang bisa mendapatkan keuntungan dari kelanjutan perang," kata Karzai, seperti dikutip dari Al-Jazeera.
"Afghanistan benar-benar tidak akan menerima atau menandatangani apa pun di bawah tekanan," kata Karzai. "Jika mereka (AS) ingin pergi, maka mereka bisa pergi dan kami akan terus melanjutkan hidup kami. Syarat utama kami adalah permulaan proses perdamaian,” lanjutnya.
Akhir tahun lalu, Karzai membuat keputusan mengejutkan dengan menolak untuk segera menandatangani perjanjian keamanan bilateral dengan AS, meskipun Majelis Nasional para pemimpin suku Afghanistan meminta Karzai untuk menyetujui pakta itu.
AS sendiri mengusulkan untuk tetap menempatkan sekitar 10 ribu tentara pada 2015 untuk melatih dan membantu pasukan keamanan Afghanistan dalam pertempuran mereka melawan militan Taliban.
Menurutnya, AS harus mendorong proses perdamaian sejati dengan militan Taliban dan juga menghentikan operasi militer.
"Awal proses perdamaian akan berarti, bahwa tidak ada orang asing yang bisa mendapatkan keuntungan dari kelanjutan perang," kata Karzai, seperti dikutip dari Al-Jazeera.
"Afghanistan benar-benar tidak akan menerima atau menandatangani apa pun di bawah tekanan," kata Karzai. "Jika mereka (AS) ingin pergi, maka mereka bisa pergi dan kami akan terus melanjutkan hidup kami. Syarat utama kami adalah permulaan proses perdamaian,” lanjutnya.
Akhir tahun lalu, Karzai membuat keputusan mengejutkan dengan menolak untuk segera menandatangani perjanjian keamanan bilateral dengan AS, meskipun Majelis Nasional para pemimpin suku Afghanistan meminta Karzai untuk menyetujui pakta itu.
AS sendiri mengusulkan untuk tetap menempatkan sekitar 10 ribu tentara pada 2015 untuk melatih dan membantu pasukan keamanan Afghanistan dalam pertempuran mereka melawan militan Taliban.
(esn)