Rusia: Uni Eropa coba paksa dunia lihat alien gay
Jum'at, 24 Januari 2014 - 11:37 WIB
Rusia: Uni Eropa coba paksa dunia lihat alien gay
A
A
A
Sindonews.com – Rusia yang terjebak dalam polemik hak kaum gay dalam Olimpiade, menuduh Uni Eropa, mencoba memaksakan dunia untuk melihat pemandangan apa yang mereka sebut sebagai “alien gay”.
Tuduhan kepada Uni Eropa itu muncul dalam sebuah laporan baru setebal 153 halaman tentang “situasi hak asasi manusia di Uni Eropa”. Moskow dalam laporan itu menuduh balik negara-negara Uni Eropa gagal untuk menegakkan hak-hak warganya.
Laporan yang dirilis di Brussels kemarin ditulis oleh Konstantin Dolgov, Komisaris Hak Asasi Manusia Kementerian Luar Negeri Rusia. Dalam laporan itu, mereka menyebut Uni Eropa dan 28 negara anggotanya telah menyebarkan “nilai-nilai neo - liberal mereka sebagai gaya hidup universal untuk semua masyarakat internasional”.
“Hal ini terutama jelas dalam promosi agresif mereka dari hak-hak minoritas seksual. Upaya telah dilakukan untuk memaksa negara-negara lain melihat pemandangan ‘alien homoseksualitas’ dan pernikahan sesama jenis sebagai norma hidup dan fenomena sosial alam yang layak didukung negara,” bunyi laporan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris itu, seperti dikutip The Star, Jumat (24/1/2014).
”Pendekatan ini seperti menemui hambatan. Tidak hanya di negara-negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional, tetapi juga di negara-negara yang selalu mengambil sikap liberal terhadap kaum homo,” lanjut bunyi laporan itu.
Rusia kini tengah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin di Sochi bulan depan. Namun, negara pimpinan Presiden Vladimir Putin itu, telah mendapat kecaman dari aktivis hak asasi manusia atas hukum yang melarang penyebaran “propaganda gay” untuk anak di bawah umur.
Kelompok aktivis menyebut, hukum Rusia itu sebagai bagian dari tindakan keras terhadap kebebasan yang diterapkan pemerintah pimpinan Presiden Vladimir Putin. Penyanyi pop, Elton John, Rabu lalu juga mencibir hukum Rusia tersebut. Dia mengatakan hukum itu melegitimasi homofobia.
Tuduhan kepada Uni Eropa itu muncul dalam sebuah laporan baru setebal 153 halaman tentang “situasi hak asasi manusia di Uni Eropa”. Moskow dalam laporan itu menuduh balik negara-negara Uni Eropa gagal untuk menegakkan hak-hak warganya.
Laporan yang dirilis di Brussels kemarin ditulis oleh Konstantin Dolgov, Komisaris Hak Asasi Manusia Kementerian Luar Negeri Rusia. Dalam laporan itu, mereka menyebut Uni Eropa dan 28 negara anggotanya telah menyebarkan “nilai-nilai neo - liberal mereka sebagai gaya hidup universal untuk semua masyarakat internasional”.
“Hal ini terutama jelas dalam promosi agresif mereka dari hak-hak minoritas seksual. Upaya telah dilakukan untuk memaksa negara-negara lain melihat pemandangan ‘alien homoseksualitas’ dan pernikahan sesama jenis sebagai norma hidup dan fenomena sosial alam yang layak didukung negara,” bunyi laporan yang telah diterjemahkan dalam bahasa Inggris itu, seperti dikutip The Star, Jumat (24/1/2014).
”Pendekatan ini seperti menemui hambatan. Tidak hanya di negara-negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai tradisional, tetapi juga di negara-negara yang selalu mengambil sikap liberal terhadap kaum homo,” lanjut bunyi laporan itu.
Rusia kini tengah mempersiapkan diri untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin di Sochi bulan depan. Namun, negara pimpinan Presiden Vladimir Putin itu, telah mendapat kecaman dari aktivis hak asasi manusia atas hukum yang melarang penyebaran “propaganda gay” untuk anak di bawah umur.
Kelompok aktivis menyebut, hukum Rusia itu sebagai bagian dari tindakan keras terhadap kebebasan yang diterapkan pemerintah pimpinan Presiden Vladimir Putin. Penyanyi pop, Elton John, Rabu lalu juga mencibir hukum Rusia tersebut. Dia mengatakan hukum itu melegitimasi homofobia.
(mas)