Bentrok polisi & demonstran di Ukraina, 2 tewas
Rabu, 22 Januari 2014 - 23:48 WIB
Bentrok polisi & demonstran di Ukraina, 2 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Setidaknya dua demonstran ditembak mati pada Rabu (22/1/2014), ketika polisi Ukraina menyerbu barikade demonstran di kota Kiev. Ini adalah korban tewas pertama dalam aksi demo anti pemerintah selama dua bulan terakhir.
Aksi demonstrasi anti pemerintah di kota Kiev memang kian memanas dalam beberapa hari terakhir ini. AFP melaporkan, demonstran melemparkan batu ke arah polisi dan pasukan keamanan menanggapinya dengan gas air mata dan peluru karet.
Pusat dari bentrokan itu adalah di Grushevsky Street, yang terletak di pusat kota Kiev. Selama tiga hari terakhir, lokasi ini telah menjadi titik bentrokan antara ribuan demonstran dan pasukan keamanan. Udara dipenuhi dengan asap hitam yang berasal dari ban yang dibakar oleh pengunjuk rasa, serta bau gas air mata yang digunakan oleh polisi.
Presiden Ukraina Viktor Yanukovych pada Rabu dilaporkan bertemu dengan para pemimpin oposisi, termasuk mantan juara tinju dunia Vitali Klitschko. Tapi, tidak jelas apakah pembicaraan itu akan membawa hasil positif.
Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso, menyerukan diakhirinya kekerasan di Ukraina dan memperingatkan pihak berwenang bahwa eksekutif Uni Eropa akan menilai "tindakan yang mungkin dilakukan".
"Kami sangat terkejut mendengar berita terbaru dari Ukraina tentang kematian demonstran dan menyayangkan dalam istilah terkuat kemungkinan penggunaan kekuatan dan kekerasan," Barroso kepada wartawan.
"Kami benar-benar khawatir tentang perkembangan ini dan akan terus mengikuti dengan seksama perkembangan tersebut, serta menilai tindakan yang mungkin dilakukan oleh Uni Eropa dan konsekuensi bagi hubungan kami," tambahnya.
Aksi demonstrasi anti pemerintah di kota Kiev memang kian memanas dalam beberapa hari terakhir ini. AFP melaporkan, demonstran melemparkan batu ke arah polisi dan pasukan keamanan menanggapinya dengan gas air mata dan peluru karet.
Pusat dari bentrokan itu adalah di Grushevsky Street, yang terletak di pusat kota Kiev. Selama tiga hari terakhir, lokasi ini telah menjadi titik bentrokan antara ribuan demonstran dan pasukan keamanan. Udara dipenuhi dengan asap hitam yang berasal dari ban yang dibakar oleh pengunjuk rasa, serta bau gas air mata yang digunakan oleh polisi.
Presiden Ukraina Viktor Yanukovych pada Rabu dilaporkan bertemu dengan para pemimpin oposisi, termasuk mantan juara tinju dunia Vitali Klitschko. Tapi, tidak jelas apakah pembicaraan itu akan membawa hasil positif.
Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Jose Manuel Barroso, menyerukan diakhirinya kekerasan di Ukraina dan memperingatkan pihak berwenang bahwa eksekutif Uni Eropa akan menilai "tindakan yang mungkin dilakukan".
"Kami sangat terkejut mendengar berita terbaru dari Ukraina tentang kematian demonstran dan menyayangkan dalam istilah terkuat kemungkinan penggunaan kekuatan dan kekerasan," Barroso kepada wartawan.
"Kami benar-benar khawatir tentang perkembangan ini dan akan terus mengikuti dengan seksama perkembangan tersebut, serta menilai tindakan yang mungkin dilakukan oleh Uni Eropa dan konsekuensi bagi hubungan kami," tambahnya.
(esn)