Foto pembantaian ribuan orang oleh rezim Assad beredar
Selasa, 21 Januari 2014 - 10:04 WIB
Foto pembantaian ribuan orang oleh rezim Assad beredar
A
A
A
Sindonews.com – Seorang pembelot Suriah dengan julukan “Caesar” merilis foto-foto pembantaian ribuan orang, yang disebut sebagai korban kejahatan perang rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad. Foto-foto mengerikan itu dirilis menjelang sehari sebelum Konferensi Jenewa II digelar besok (22/1/2014).
Caesar menyebut, foto-foto yang dia ungkap sebagai “Pembunuhan skala industry, yang dilakukan agen-agen rezim Assad.” Foto-foto itu, dipublikasikan Guardian dan CNN, kemarin.
Tim internasional untuk kejahatan perang juga membuat laporan serupa. Si pengungkap foto-foto mengerikan dengan julukan “Caesar” sejatinya adalah seorang pembelot Suriah yang menyusup untuk mengabadikan pembantaian ribuan orang di Suriah.
Si “Caesar” merilis foto-foto itu dari luar negeri.“Mayat-mayat telah dipotret sejak perang saudara dimulai. Foto-foto menunjukkan tanda-tanda kelaparan, pemukulan brutal, pencekikan dan bentuk-bentuk penyiksaan lain, serta pembunuhan,” bunyi laporan itu.
Foto-foto itu diambil sejak Maret 2011 hingga Agustus 2013 lalu. Caesar, dalam laporan itu, mengatakan, dia memorte rata-rata 50 mayat sehari, selama periode konflik 34 bulan.
Foto-foto itu, dia selundupkan ke luar negeri, tanpa sepengetahuan pihak Pemerintah Bashar al-Assad. ”Setelah pemberontakan melawan rezim Assad pecah, dia rutin mengambil foto-foto korban di dalam tahanan yang mengalami siksaan,” lanjut laporan itu.
Caesar menyebut, foto-foto yang dia ungkap sebagai “Pembunuhan skala industry, yang dilakukan agen-agen rezim Assad.” Foto-foto itu, dipublikasikan Guardian dan CNN, kemarin.
Tim internasional untuk kejahatan perang juga membuat laporan serupa. Si pengungkap foto-foto mengerikan dengan julukan “Caesar” sejatinya adalah seorang pembelot Suriah yang menyusup untuk mengabadikan pembantaian ribuan orang di Suriah.
Si “Caesar” merilis foto-foto itu dari luar negeri.“Mayat-mayat telah dipotret sejak perang saudara dimulai. Foto-foto menunjukkan tanda-tanda kelaparan, pemukulan brutal, pencekikan dan bentuk-bentuk penyiksaan lain, serta pembunuhan,” bunyi laporan itu.
Foto-foto itu diambil sejak Maret 2011 hingga Agustus 2013 lalu. Caesar, dalam laporan itu, mengatakan, dia memorte rata-rata 50 mayat sehari, selama periode konflik 34 bulan.
Foto-foto itu, dia selundupkan ke luar negeri, tanpa sepengetahuan pihak Pemerintah Bashar al-Assad. ”Setelah pemberontakan melawan rezim Assad pecah, dia rutin mengambil foto-foto korban di dalam tahanan yang mengalami siksaan,” lanjut laporan itu.
(mas)