7 ledakan bom di Baghdad tewaskan 26 jiwa
Senin, 20 Januari 2014 - 23:17 WIB
7 ledakan bom di Baghdad tewaskan 26 jiwa
A
A
A
Sindonews.com – Tujuh ledakan bom menewaskan 26 orang dan melukai 67 lainnya di kota Baghdad, Irak, Senin (20/1/2014). Serangan paling berdarah terjadi di Distrik Abu Dsheer yang dihuni kaum Syiah, ketika bom mobil meledak di sebuah pasar dan menewaskan 7 orang.
Seperti dilaporkan Reuters, tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. Namun gerilyawan Sunni, beberapa dari mereka terkait dengan al Qaeda, kerap dituding berada di balik gelombang kekerasan tahun lalu.
Sementara lima bom lainnya dilaporkan juga menghantam wilayah yang dihuni mayoritas kaum Syiah Irak. Sedangkan dua bom meledak di wilayah yang dihuni mayoritas Muslim Sunni.
Salah satu wilayah Muslim Sunni yang menjadi sasaran ledakan adalah Dura. Di wilayah yang terletak di selatan Baghdad itu, enam orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya menderita luka-luka, baik ringan maupun berat.
Dilaporkan pula, pada akhir pekan lalu, seorang wartawan Irak, Firas Mohammed, tewas oleh bom pinggir jalan yang meledak di dekat sebuah kantor polisi di Khaldiya, sebuah kota yang terletak diantara Falluja dan Ramadi. Mohammed bekerja untuk saluran televisi lokal di Fallujah.
Seperti dilaporkan Reuters, tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan itu. Namun gerilyawan Sunni, beberapa dari mereka terkait dengan al Qaeda, kerap dituding berada di balik gelombang kekerasan tahun lalu.
Sementara lima bom lainnya dilaporkan juga menghantam wilayah yang dihuni mayoritas kaum Syiah Irak. Sedangkan dua bom meledak di wilayah yang dihuni mayoritas Muslim Sunni.
Salah satu wilayah Muslim Sunni yang menjadi sasaran ledakan adalah Dura. Di wilayah yang terletak di selatan Baghdad itu, enam orang dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya menderita luka-luka, baik ringan maupun berat.
Dilaporkan pula, pada akhir pekan lalu, seorang wartawan Irak, Firas Mohammed, tewas oleh bom pinggir jalan yang meledak di dekat sebuah kantor polisi di Khaldiya, sebuah kota yang terletak diantara Falluja dan Ramadi. Mohammed bekerja untuk saluran televisi lokal di Fallujah.
(esn)