Rusia dituduh memasok bom untuk Assad
Sabtu, 18 Januari 2014 - 16:34 WIB
Rusia dituduh memasok bom untuk Assad
A
A
A
Sindonews.com - Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia telah meningkatkan pasokan peralatan militer ke Suriah untuk membantu sekutunya, Presiden Bashar al-Assad. Beberapa peralatan militer yang dipasok Rusia, antara lain kendaraan lapis baja, pesawat dan bom.
Demikian keterangan dari seorang sumber yang terkait pengiriman peralatan militer Rusia ke Suriah itu, kepada kantor berita Reuters, yang dilansir Sabtu (18/1/2013).
Rusia kini terus berupaya mencengkeramkan pengaruhnya di Timur Tengah, dengan terus membela Suriah dari ancaman negara-negara Barat. Beberapa sumber Reuters,mengatakan, pasukan Assad sejak Desember 2013 telah menerima kiriman persenjataan dan perlengkapan militer lainnya. Termasuk pesawat mata-mata nirawak, atau drone.
“Puluhan Antonov (moda transportasi Rusia) telah membawa kendaraan lapis baja, peralatan pengawasan, radar , sistem peperangan elektronik, suku cadang untuk helikopter, dan berbagai senjata termasuk bom,” kata sumber keamanan di Timur Tengah.
”Penasihat Rusia dan ahli intelijen telah bergerak untuk menganalisis kemampuan pasukan pemberontak Suriah. Serta melakukan akurasi artileri dan serangan angkatan udara terhadap mereka,” imbuh sumber yang diawawancarai dengan syarat anonim.
Sementara itu, Vyacheslav Davydenko, juru bicara perdagangan dan ekspor senjata Rosoboronexport, Rusia, mengatakan, mereka tidak bisa mengomentari pengiriman senjata ke Suriah. Pejabat Suriah juga menola mengomentari laporan itu.
Sedangkan Departemen Luar Negeri AS mengatakan, tindakan itu tidak bisa dibenarkan. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jennifer Psaki, akan membahas laporan itu.
”Jika laporan ini benar, pasti akan meningkatkan kekhawatiran besar tentang peran Rusia yang bermain di Suriah, untuk melanjutkan aksi brutal rezim Assad,” kata Psaki. ”Namun, kami belum memiliki konfirmasi independen perihal laporan itu.
Demikian keterangan dari seorang sumber yang terkait pengiriman peralatan militer Rusia ke Suriah itu, kepada kantor berita Reuters, yang dilansir Sabtu (18/1/2013).
Rusia kini terus berupaya mencengkeramkan pengaruhnya di Timur Tengah, dengan terus membela Suriah dari ancaman negara-negara Barat. Beberapa sumber Reuters,mengatakan, pasukan Assad sejak Desember 2013 telah menerima kiriman persenjataan dan perlengkapan militer lainnya. Termasuk pesawat mata-mata nirawak, atau drone.
“Puluhan Antonov (moda transportasi Rusia) telah membawa kendaraan lapis baja, peralatan pengawasan, radar , sistem peperangan elektronik, suku cadang untuk helikopter, dan berbagai senjata termasuk bom,” kata sumber keamanan di Timur Tengah.
”Penasihat Rusia dan ahli intelijen telah bergerak untuk menganalisis kemampuan pasukan pemberontak Suriah. Serta melakukan akurasi artileri dan serangan angkatan udara terhadap mereka,” imbuh sumber yang diawawancarai dengan syarat anonim.
Sementara itu, Vyacheslav Davydenko, juru bicara perdagangan dan ekspor senjata Rosoboronexport, Rusia, mengatakan, mereka tidak bisa mengomentari pengiriman senjata ke Suriah. Pejabat Suriah juga menola mengomentari laporan itu.
Sedangkan Departemen Luar Negeri AS mengatakan, tindakan itu tidak bisa dibenarkan. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jennifer Psaki, akan membahas laporan itu.
”Jika laporan ini benar, pasti akan meningkatkan kekhawatiran besar tentang peran Rusia yang bermain di Suriah, untuk melanjutkan aksi brutal rezim Assad,” kata Psaki. ”Namun, kami belum memiliki konfirmasi independen perihal laporan itu.
(mas)