Petaka bocoran zat kimia, warga Virginia tak mandi

Sabtu, 11 Januari 2014 - 11:52 WIB
Petaka bocoran zat kimia,...
Petaka bocoran zat kimia, warga Virginia tak mandi
A A A
Sindonews.com – Malapetaka bocornya zat Methylcyclohexane Methanol dari sebuah pabrik di negara bagian Virginia Barat, Amerika Serikat, sejak Kamis lalu, mulai membuat warga setempat kesal.

Larangan penggunaan air keran oleh pemerintah karena takut terkontaminasi zat kimia, membuat warga antre membeli air kemasan di berbagai toko. Yang membuat kesal warga, adalah, mereka tidak bisa mandi selama dua hari terakhir.

Sedangkan, restoran, bar, sekolah dan berbagai tempat binis telah ditutup. Alasannya, ada kekhawatirkan air yang digunakan telah terkontaminasi zat kimia beracun yang digunakan dalam industri batubara itu.

Tina Mei , warga Charleston, Virginia Barat, mengeluh dengan status darurat pencemaran zat kimia yang ditetapkan Gubernur Virginia Barat, Earl Ray Tomblin. ”Saya tidak yakin berapa lama saya bisa bertahantanpa mandi. Ini tak tertahankan,” kesalnya, seperti dikutip Reuters, Sabtu (11/1/2014).

Pejabat kesehatan di Virginia Barat, hanya mengizinkan penggunaan air keran untuk menyiram toilet dan memadamka kebakaran.”Kami tidak bisa memastikan, bahwa air keran tidak aman, tapi saya tidak bisa mengatakan air keran itu aman,” kata Jeff McIntyre , Presiden Water Co, Virginia Barat, dalam konferensi pers.

Gubernur Tomblin telah menyalurkan bantuan air kemasan untuk warga. Dia memprioritaskan bantuan itu untuk panti jompo, rumah sakit dan sekolah.“Jika Anda menerima bantuan air kemasan, jangan panik. Bantuan ini tersedia di jalan-jalan,” bunyi pernyataan sang gubernur.

Bocoran zat kimia yang menjadi petaka di Virginia Barat itu, berasal dari industribarubara Crude MCHM, di Charleston , Ibukota Virginia Barat. Zat kimia itu tumpah dan mengalir di sungai terbesar di negara bagian AS tersebut.

Dalam sebuah wawancara, Gubernur Tomblin mengatakan, zat kimia yang tumpah sekitar 5 ribu galon. ”Tangki (yang bocor)telah dikosongkan dan dibawa pergi. Sekarang, perusahaan tersebut telah ditutup.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
55 menit yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
2 jam yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
3 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
4 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
4 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
6 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved