Sekitar 50 WNI disebut ada di Suriah melawan Assad
Jum'at, 10 Januari 2014 - 18:28 WIB
Sekitar 50 WNI disebut ada di Suriah melawan Assad
A
A
A
Sindonews.com – Media asing, Fox News, pada Jumat (10/1/2014), melansir laporan yang menyebut, sekitar 50 warga negara Indonesia (WNI) berada di Suriah. Mereka disebut telah bergabung dengan kelompok oposisi untuk melawan Presiden Bashar al-Assad.
Dalam laporannya, media itu melansir AP yang mengklaim telah mewawancarai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai. Media itu menyebut, umat Muslim Indonesia yang mayoritas kaum Sunni terpengaruh konflik sektarian di Suriah.
”Kita harus belajar dari pengalaman pahit kami di masa lalu,” kata Ansyaad Mbai. ”Setiap warga Indonesia yang ada Suriah perlu diwaspadai. Kita harus mengantisipasi fakta itu. Mereka akan kembali dengan kemampuan baru dan keterampilan baru dalam berperang,” lanjut Mbai.
Dalam wawancara, Mbai dan dua pejabat BNPT, menyebut sekitar 50 militan Indonesia ada di Suriah untuk melawan rezim Bashar Assad. Mereka menjadi bagian dari 11.000 militan asing yang ada di Suriah.
Perkiraan angka itu, menurut mereka, berdasarkan pada informasi dari Otoritas Suriah dan investigasi yang dilakukan badan itu sendiri, baik di Indonesia maupun di Turki.
Dalam laporannya, media itu melansir AP yang mengklaim telah mewawancarai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai. Media itu menyebut, umat Muslim Indonesia yang mayoritas kaum Sunni terpengaruh konflik sektarian di Suriah.
”Kita harus belajar dari pengalaman pahit kami di masa lalu,” kata Ansyaad Mbai. ”Setiap warga Indonesia yang ada Suriah perlu diwaspadai. Kita harus mengantisipasi fakta itu. Mereka akan kembali dengan kemampuan baru dan keterampilan baru dalam berperang,” lanjut Mbai.
Dalam wawancara, Mbai dan dua pejabat BNPT, menyebut sekitar 50 militan Indonesia ada di Suriah untuk melawan rezim Bashar Assad. Mereka menjadi bagian dari 11.000 militan asing yang ada di Suriah.
Perkiraan angka itu, menurut mereka, berdasarkan pada informasi dari Otoritas Suriah dan investigasi yang dilakukan badan itu sendiri, baik di Indonesia maupun di Turki.
(mas)