Berupaya terobos blokade kota Homs, 45 pemberontak tewas
Jum'at, 10 Januari 2014 - 04:25 WIB
Berupaya terobos blokade kota Homs, 45 pemberontak tewas
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan yang loyalis pada Presiden Suriah Bashar al-Assad dilaporkan telah menewaskan sedikitnya 45 pemberontak Suriah. Para pemberontak ini tewas ketika berupaya menerobos blokade yang dilakukan militer Suriah di kota Homs.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, Kamis (9/1/2014), pemberontak yang tewas berasal dari berbagai brigade yang berbeda. Mereka tewas pada Rabu malam dan Kamis pagi, ketika mencoba untuk mengakhiri pengepungan militer Suriah terhadap kota Homs yang telah berlangsung lebih dari setahun.
Seperti dikutip dari Channel News Asia, Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman, mengatakan, jumlah korban tewas bisa lebih tinggi lagi dari perkiraan semula.
"Mereka dibunuh ketika mereka mencoba untuk melancarkan operasi untuk mengakhiri pengepungan Homs. Mereka disergap oleh pasukan rezim di dekat lingkungan Khaldiya, yang berada di bawah kendali pemerintah," kata Rahman.
Selama ini, ribuan warga sipil dilaporkan terperangkap oleh pengepungan yang dilakukan militer Suriah terhadap kota Homs, yang dikuasai pemberontak Homs. Pada Oktober 2013 lalu, para aktivis HAM memperingatkan kekurangan pangan dan energi di wilayah itu.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan, Kamis (9/1/2014), pemberontak yang tewas berasal dari berbagai brigade yang berbeda. Mereka tewas pada Rabu malam dan Kamis pagi, ketika mencoba untuk mengakhiri pengepungan militer Suriah terhadap kota Homs yang telah berlangsung lebih dari setahun.
Seperti dikutip dari Channel News Asia, Direktur Observatorium, Rami Abdel Rahman, mengatakan, jumlah korban tewas bisa lebih tinggi lagi dari perkiraan semula.
"Mereka dibunuh ketika mereka mencoba untuk melancarkan operasi untuk mengakhiri pengepungan Homs. Mereka disergap oleh pasukan rezim di dekat lingkungan Khaldiya, yang berada di bawah kendali pemerintah," kata Rahman.
Selama ini, ribuan warga sipil dilaporkan terperangkap oleh pengepungan yang dilakukan militer Suriah terhadap kota Homs, yang dikuasai pemberontak Homs. Pada Oktober 2013 lalu, para aktivis HAM memperingatkan kekurangan pangan dan energi di wilayah itu.
(esn)