Al-Qaeda rebut Fallujah, pil pahit bagi veteran AS
Kamis, 09 Januari 2014 - 11:51 WIB
Al-Qaeda rebut Fallujah, pil pahit bagi veteran AS
A
A
A
Sindonews.com – Jatuhnya Kota Fallujah, Irak ke tangan militant al-Qaeda menjadi kabar menyakitkan bagi veteran perang Amerika Serikat. Sebab, hampir 10 tahun, para veteran perang AS itu menjaga dan mempertahankan Fallujah dari kelompok militan bersenjata.
Mereka selama sekitar 10 tahun terlibat pertempuran berdarah, terutama pada tahun 2004. Namun, mereka saat ini sedih ketika kota di Provinsi Anbar, yang pernah mereka jaga jatuh ke militan al-Qaeda, setelah mereka ditarik dari Irak.
”Ini pil pahit yang harus ditelan,” kata David Bellavia, seorang veteran perang AS yang dianugerahi bintang silver, salah satu penghargaan bergengsi bagi militer AS atas peran mereka di medan perang.
”Pemerintah telah memutuskan, Irak tidak penting,” ujarnya. Veteran perang AS lainnya, Duncan Hunter, merasa marah dengan kabar Kota Fallujah dikuasai al-Qaeda. ”Saya pikir perasaan yang luar biasa adalah kemarahan,” imbuh Hunter.
”Pemerintah membiarkan kemenangan kami tak berarti apa-apa,” kesalnya, seperti dikutip AFP, Kamis (9/1/2014).
Seluruh konflik di Irak, adalah bentuk pemberontakan militan yang tidak puas dengan pembagian kekuasaan di Irak, setelah invasi AS atas rezim Saddam Hussein tahun 2003 silam. Setelah AS menarik pasukannya dari Irak, negara itu semaki kacau. Di mana konflik sektarian terus terjadi.
Veteran AS lainnya, Peter Mansoor, berpendapat, keputusan AS menarik pasukannya dari Irak, adalah kesalahan besar. Pendapat yang sama disampaikan veteran perang AS, Theodore Lester.
”Ini adalah awal dari perang saudara baru bagi mereka. Satu-satunya yang mengagetkan adalah hal itu terjadi begitu cepat.”
Mereka selama sekitar 10 tahun terlibat pertempuran berdarah, terutama pada tahun 2004. Namun, mereka saat ini sedih ketika kota di Provinsi Anbar, yang pernah mereka jaga jatuh ke militan al-Qaeda, setelah mereka ditarik dari Irak.
”Ini pil pahit yang harus ditelan,” kata David Bellavia, seorang veteran perang AS yang dianugerahi bintang silver, salah satu penghargaan bergengsi bagi militer AS atas peran mereka di medan perang.
”Pemerintah telah memutuskan, Irak tidak penting,” ujarnya. Veteran perang AS lainnya, Duncan Hunter, merasa marah dengan kabar Kota Fallujah dikuasai al-Qaeda. ”Saya pikir perasaan yang luar biasa adalah kemarahan,” imbuh Hunter.
”Pemerintah membiarkan kemenangan kami tak berarti apa-apa,” kesalnya, seperti dikutip AFP, Kamis (9/1/2014).
Seluruh konflik di Irak, adalah bentuk pemberontakan militan yang tidak puas dengan pembagian kekuasaan di Irak, setelah invasi AS atas rezim Saddam Hussein tahun 2003 silam. Setelah AS menarik pasukannya dari Irak, negara itu semaki kacau. Di mana konflik sektarian terus terjadi.
Veteran AS lainnya, Peter Mansoor, berpendapat, keputusan AS menarik pasukannya dari Irak, adalah kesalahan besar. Pendapat yang sama disampaikan veteran perang AS, Theodore Lester.
”Ini adalah awal dari perang saudara baru bagi mereka. Satu-satunya yang mengagetkan adalah hal itu terjadi begitu cepat.”
(mas)