Gagal ubah UU, KPK Thailand tuntut 308 politisi

Rabu, 08 Januari 2014 - 18:34 WIB
Gagal ubah UU, KPK Thailand...
Gagal ubah UU, KPK Thailand tuntut 308 politisi
A A A
Sindonews.com – Komisi Nasional Anti-Korupsi (NACC) Thailand mengajukan tuntutan terhadap 308 anggota DPR, yang sebagian besar dari partai pendukung Perdana Menteri Yingluck Shinawatra.

Ratusan politisi itu diuntut KPK-nya Thailand, karena gagal mengamandemen konstitusi tentang Komposisi Senat Thailand.

Juru bicara NACC, Vicha Mahakun, mengatakan, 308 politisi itu diketahui melanggar hukum berdasarkan hasil penyelidikan awal. Jika terbukti bersalah, mereka akan diadukan ke majelis tinggi parlemen, dan terancam tidak bisa terjun ke panggung politik selama lima tahun.

Kelompok pendukung Yingluck melihat kasus ini sebagai salah satu dari sejumlah manuver politik, untuk menghapus Partai Puea Thai (partai pendukung Yingluck) dari kekuasaan.

Wakil juru bicara Partai Puea Thai, Anusorn Iamsa, membela para politisi itu. Menurutnya, ratusan anggota DPR tersebut hanya menjalankan tugasnya sesuai prosedur.”Mereka hanya anggota parlemen dan tugas mereka mengeluarkan undang-undang,” ujarnya, seperti dikutip Bangkok Post, Rabu (8/1/2014).

Sementara itu, upaya penuntutan tersebut disambut antusias demonstran anti-Yingluck. Mereka komitmen untuk terus menggelar protes dan menolak tawaran pemilu pada Februari 2014 mendatang.

Namun, pihak Pemerintah Thailand siap meredam gejolak tersebut. ”Semuanya sudah disiapkan untuk menyatakan keadaan darurat jika protes meningkat menjadi kekerasan, misalnya dengan serangan-serangan terhadap orang-orang , bangunan atau tindakan terorisme,” kata kepala Dewan Keamanan Nasional, Paradorn Pattanatabut kepada wartawan.
(mas)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
6 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
7 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
8 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
9 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
10 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
11 jam yang lalu
Infografis
Profil Abdul Wahid yang...
Profil Abdul Wahid yang Terjaring OTT KPK, Baru 8 Bulan Jadi Gubernur Riau
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved