PM Turki: Suriah butuh era baru tanpa Assad
Selasa, 07 Januari 2014 - 15:19 WIB
PM Turki: Suriah butuh era baru tanpa Assad
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan, konferensi damai untuk Suriah yang dijadwalkan PBB, harus berakhir dengan pelengseran Presiden Bashar al - Assad dari kekuasaannya.
Erdogan yang berbicara di Tokyo, pada Selasa (7/1/2014), menyebut, Assad layak lengser untuk menebus kesalahan atas kematian ribuan orang di Suriah.
”Di Konferensi Jenewa II untuk Suriah, kita harus memastikan bahwa, semua tindakan (melengserkan Assad) tidak akan gagal. Jadi, kita bisa (membawa) Suriah ke era baru tanpa Bashar al - Assad,” ujarnya, mengacu pada Konferensi Jenewa II yang akan digelar 22 Januari 2014 di Swiss, seperti dikutip al-Arabiya.
Konflik di Suriah, menurut Obeservatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, telah menewaskan lebih dari 130 ribu jiwa. Selain itu, konflik selama hampir tiga tahun ini telah memaksa jutaan orang mengungsi.
”Seseorang yang telah membiarkan hal itu terjadi, dan masih lannggeng di negaranya, itu tidak dapat diterima,” ucap Erdogan menyindir Assad.
Sekjen PBB, Ban Ki-moon, telah mengirim sekitar 30 negara untuk menghadiri Konferensi Jenewa II untuk Suriah. Namun, dari 30 negara itu, nama Iran tidak masuk dalam undangan. Padahal, Iran selama ini dikenal sebagai sekutu kuat Presiden Assad.
Erdogan yang berbicara di Tokyo, pada Selasa (7/1/2014), menyebut, Assad layak lengser untuk menebus kesalahan atas kematian ribuan orang di Suriah.
”Di Konferensi Jenewa II untuk Suriah, kita harus memastikan bahwa, semua tindakan (melengserkan Assad) tidak akan gagal. Jadi, kita bisa (membawa) Suriah ke era baru tanpa Bashar al - Assad,” ujarnya, mengacu pada Konferensi Jenewa II yang akan digelar 22 Januari 2014 di Swiss, seperti dikutip al-Arabiya.
Konflik di Suriah, menurut Obeservatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, telah menewaskan lebih dari 130 ribu jiwa. Selain itu, konflik selama hampir tiga tahun ini telah memaksa jutaan orang mengungsi.
”Seseorang yang telah membiarkan hal itu terjadi, dan masih lannggeng di negaranya, itu tidak dapat diterima,” ucap Erdogan menyindir Assad.
Sekjen PBB, Ban Ki-moon, telah mengirim sekitar 30 negara untuk menghadiri Konferensi Jenewa II untuk Suriah. Namun, dari 30 negara itu, nama Iran tidak masuk dalam undangan. Padahal, Iran selama ini dikenal sebagai sekutu kuat Presiden Assad.
(mas)