Usir al-Qaeda, militer Irak luncurkan serangan udara
Senin, 06 Januari 2014 - 15:02 WIB
Usir al-Qaeda, militer Irak luncurkan serangan udara
A
A
A
Sindonews.com – Militer Irak meluncurkan serangan udara untuk mengusir para militan al-Qaeda di berbagai wilayah, terutama di dekat perbatasan Suriah. Serangan udara itu, lanjutan dari serangan serupa kemarin yang telah menewaskan 25 militan al-Qaeda.
”Pengepungan bisa berlangsung beberapa hari. Kita bertaruh pada waktu untuk memberikan kesempatan pada orang-orang untuk meninggalkan kota. Kita akan melemahkan militan dan akar-akar mereka,” kata seorang perwira senior militer Irak, yang diwawancarai dengan syarat anonim.
Sementara itu, pejabat Pemerintah Irak di Provinsi Anbar barat bertemu dengan para pemimpin suku setempat. Pejabat tersebut meminta bantuan dari kelompok suku untuk mengusir militan al-Qaeda yang telah merebut wilayah Ramadi dan Fallujah dari tangan Pemerintah Irak.
Militan al-Qaeda dari kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) telah memperkuat cengkeramannya di Provinsi Anbar. Kelompok itu ingin mendirikan sebuah negara Muslim Sunni yang menguasai wilayah perbatasan dengan Suriah.
Jatuhnya wilayah Ramadi dan Fallujah ke tangan militan al-Qaeda, menjadi pukulan telak Pemerintah Irak yang untuk pertama kalinya gagal mempertahankan wilayahnya dari kelompok militan.
Reuters pada Senin (6/1/2014) melaporkan, ISIL dengan mudah menguasai Fallujah, karena merangkul sejumlah suku yang tidak puas setelah bergabung dengan pemerintah usai lengsernya rezim Saddam Hussein.
”Pemerintah daerah kita akan melakukan yang terbaik untuk menghindari pengiriman tentara ke Fallujah. Sekarang kita sedang bernegosiasi di luar kota dengan suku-suku untuk memilih solusi tanpa campur tangan tentara,” kata Eisa Falih, anggota dewan provinsi Anbar.
Sedangkan pejabat militer mengatakan, salah satu opsi untuk mengusir al-Qaeda dari Fallujah adalah tentara dan pejuang suku membentuk “sabuk” di sekitar kota.”Mengisolasi dan memotong rute untuk militan,” kata pihak militer Irak.
”Pengepungan bisa berlangsung beberapa hari. Kita bertaruh pada waktu untuk memberikan kesempatan pada orang-orang untuk meninggalkan kota. Kita akan melemahkan militan dan akar-akar mereka,” kata seorang perwira senior militer Irak, yang diwawancarai dengan syarat anonim.
Sementara itu, pejabat Pemerintah Irak di Provinsi Anbar barat bertemu dengan para pemimpin suku setempat. Pejabat tersebut meminta bantuan dari kelompok suku untuk mengusir militan al-Qaeda yang telah merebut wilayah Ramadi dan Fallujah dari tangan Pemerintah Irak.
Militan al-Qaeda dari kelompok Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) telah memperkuat cengkeramannya di Provinsi Anbar. Kelompok itu ingin mendirikan sebuah negara Muslim Sunni yang menguasai wilayah perbatasan dengan Suriah.
Jatuhnya wilayah Ramadi dan Fallujah ke tangan militan al-Qaeda, menjadi pukulan telak Pemerintah Irak yang untuk pertama kalinya gagal mempertahankan wilayahnya dari kelompok militan.
Reuters pada Senin (6/1/2014) melaporkan, ISIL dengan mudah menguasai Fallujah, karena merangkul sejumlah suku yang tidak puas setelah bergabung dengan pemerintah usai lengsernya rezim Saddam Hussein.
”Pemerintah daerah kita akan melakukan yang terbaik untuk menghindari pengiriman tentara ke Fallujah. Sekarang kita sedang bernegosiasi di luar kota dengan suku-suku untuk memilih solusi tanpa campur tangan tentara,” kata Eisa Falih, anggota dewan provinsi Anbar.
Sedangkan pejabat militer mengatakan, salah satu opsi untuk mengusir al-Qaeda dari Fallujah adalah tentara dan pejuang suku membentuk “sabuk” di sekitar kota.”Mengisolasi dan memotong rute untuk militan,” kata pihak militer Irak.
(mas)