Militer Irak bersiap rebut kembali Fallujah
Minggu, 05 Januari 2014 - 21:22 WIB
Militer Irak bersiap rebut kembali Fallujah
A
A
A
Sindonews.com – Militer Irak sedang mempersiapkan "serangan besar" untuk merebut kembali kota Fallujah yang saat ini dikuasai militan. Demikian dinyatakan seorang pejabat senior Irak, Minggu (5/1/2014).
"Pasukan Irak sedang mempersiapkan untuk serangan besar di Fallujah," tegas pejabat itu pada AFP. “Pasukan khusus telah melakukan operasi di dalam kota,” lanjutnya.
Dilaporkan pula, tentara regular Irak telah disiagakan di pinggir kota untuk memungkinkan penduduk kota itu untuk meninggalkan wilayah tersebut. “Tentara menunggu perintah untuk memulai serangan guna menghancurkan para teroris," lanjutnya.
Amerika Serikat (AS) telah menegaskan akan membantu Baghdad dalam pertempuran melawan militan al-Qaeda dan Levant (ISIL), tapi tidak akan mengerahkan kembali pasukan AS ke Irak. Fallujah jatuh ke tangan ISIL pada Sabtu (4/1/2014).
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan pada Minggu, bahwa AS akan memberikan bantuan kepada pasukan Irak dalam pertempuran mereka melawan militan. Tetapi Kerry menegaskan, bahwa itu tetaplah "perjuangan mereka".
Kerry mengatakan, Washington sangat prihatin tentang kebangkitan ISIL. Namun, ia mengatakan bahwa pihaknya tidak memikirkan pengembalian pasukan darat AS, setelah penarikan mereka pada Desember 2011.
"Kami tidak memikirkan untuk mengirim kembali pasukan ke sana. Ini adalah perjuangan mereka," kata Kerry kepada wartawan di Yerusalem, seperti dikutip dari AFP. "Tapi, kita akan membantu mereka dalam perjuangan mereka. Kami akan melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk membantu mereka," lanjutnya.
"Pasukan Irak sedang mempersiapkan untuk serangan besar di Fallujah," tegas pejabat itu pada AFP. “Pasukan khusus telah melakukan operasi di dalam kota,” lanjutnya.
Dilaporkan pula, tentara regular Irak telah disiagakan di pinggir kota untuk memungkinkan penduduk kota itu untuk meninggalkan wilayah tersebut. “Tentara menunggu perintah untuk memulai serangan guna menghancurkan para teroris," lanjutnya.
Amerika Serikat (AS) telah menegaskan akan membantu Baghdad dalam pertempuran melawan militan al-Qaeda dan Levant (ISIL), tapi tidak akan mengerahkan kembali pasukan AS ke Irak. Fallujah jatuh ke tangan ISIL pada Sabtu (4/1/2014).
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan pada Minggu, bahwa AS akan memberikan bantuan kepada pasukan Irak dalam pertempuran mereka melawan militan. Tetapi Kerry menegaskan, bahwa itu tetaplah "perjuangan mereka".
Kerry mengatakan, Washington sangat prihatin tentang kebangkitan ISIL. Namun, ia mengatakan bahwa pihaknya tidak memikirkan pengembalian pasukan darat AS, setelah penarikan mereka pada Desember 2011.
"Kami tidak memikirkan untuk mengirim kembali pasukan ke sana. Ini adalah perjuangan mereka," kata Kerry kepada wartawan di Yerusalem, seperti dikutip dari AFP. "Tapi, kita akan membantu mereka dalam perjuangan mereka. Kami akan melakukan segala sesuatu yang mungkin untuk membantu mereka," lanjutnya.
(esn)