Bentrok polisi dan demonstran di Bangladesh, 1 tewas
Senin, 30 Desember 2013 - 02:54 WIB
Bentrok polisi dan demonstran di Bangladesh, 1 tewas
A
A
A
Sindonews.com – Polisi Bangladesh menembakkan meriam air dan senapan ke arah demonstran oposisi di ibu kota Dhaka, Minggu (29/12/2013), Bentrokan ini dilaporkan menewaskan satu orang.
Ratusan demonstran, beberapa melemparkan bom rakitan, bentrok dengan polisi ketika mereka mencoba untuk berkumpul di markas oposisi dan tempat-tempat lain di seluruh Dhaka. Kaum oposisi ini mencoba menggalang aksi massa untuk demokrasi.
“Sekitar 11 ribu polisi dan petugas Batalyon Aksi Cepat berpatroli untuk mencoba menghentikan pawai itu,” jelas juru bicara kepolisian Dhaka, Masudur Rahman kepada AFP. Polisi juga telah menahan lebih dari 1.000 pendukung oposisi sebagai "tindakan pencegahan".
Di wilayah Rampura, lebih dari 200 demonstran melemparkan bom kecil ke arah polisi, yang ditanggapi dengan tembakan senapan dan menewaskan satu orang tewas. "Kami menembakkan senapan untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang meledakan puluhan bom kecil," kata Wakiln Komisaris polisi Nur Alam Siddiqui.
Kubu oposisi telah melakukan tekanan pada pemerintah dalam beberapa bulan terakhir ini. Mereka mendesak pemilu yang akan dilangsungkan pada 5 Januari mendatang harus dilangsungkan di bawah pemerintahan sementara.
Ratusan demonstran, beberapa melemparkan bom rakitan, bentrok dengan polisi ketika mereka mencoba untuk berkumpul di markas oposisi dan tempat-tempat lain di seluruh Dhaka. Kaum oposisi ini mencoba menggalang aksi massa untuk demokrasi.
“Sekitar 11 ribu polisi dan petugas Batalyon Aksi Cepat berpatroli untuk mencoba menghentikan pawai itu,” jelas juru bicara kepolisian Dhaka, Masudur Rahman kepada AFP. Polisi juga telah menahan lebih dari 1.000 pendukung oposisi sebagai "tindakan pencegahan".
Di wilayah Rampura, lebih dari 200 demonstran melemparkan bom kecil ke arah polisi, yang ditanggapi dengan tembakan senapan dan menewaskan satu orang tewas. "Kami menembakkan senapan untuk membubarkan para pengunjuk rasa yang meledakan puluhan bom kecil," kata Wakiln Komisaris polisi Nur Alam Siddiqui.
Kubu oposisi telah melakukan tekanan pada pemerintah dalam beberapa bulan terakhir ini. Mereka mendesak pemilu yang akan dilangsungkan pada 5 Januari mendatang harus dilangsungkan di bawah pemerintahan sementara.
(esn)