Sepanjang tahun, 1.727 tewas di Kamboja akibat kecelakaan lalin
Rabu, 25 Desember 2013 - 18:29 WIB
Sepanjang tahun, 1.727 tewas di Kamboja akibat kecelakaan lalin
A
A
A
Sindonews.com – Kecelakaan di jalan taya telah menewaskan sedikitnya 1.727 orang di Kamboja pada 11 bulan pertama tahun 2013. Jumlah ini turun 0,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Demikian terungkap dalam sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Departemen Pekerjaan Umum dan Transportasi Kamboja, Rabu (25/12/2013).
“Selama periode Januari-November tahun ini, ada 3.934 kecelakaan di jalan. Angka ini naik 0,7 persen dari 3.905 kasus selama periode yang sama tahun lalu. Selain kematian, korban luka tercatat 6.490 orang, turun 4 persen dibanding tahun lalu,” jelas laporan itu.
Preap Chan Vibol, Direktur Kementerian Departemen Transportasi mengatakan, sekitar 50 persen dari kecelakaan itu disebabkan oleh mengemudi dengan kecepatan tinggi dan sisanya disebabkan oleh alkohol, kelalaian mengemudi, dan pelanggaran hukum.
"Untuk keselamatan mereka sendiri dan keselamatan orang lain, saya menyerukan pada semua penemudi untuk mengemudikan kendaraan mereka dengan tanggung jawab yang tinggi untuk menghindari kecelakaan di jalan," kata Vibol, seperti dikutip dari Xinhua.
Hingga kini, kecelakaan di jalan raya masih menjadi pembunuh nomor 1 di Kamboja. Menurut laporan Kementerian itu, negara telah kehilangan sekitar USD300 juta per tahun akibat kecelakaan.
“Selama periode Januari-November tahun ini, ada 3.934 kecelakaan di jalan. Angka ini naik 0,7 persen dari 3.905 kasus selama periode yang sama tahun lalu. Selain kematian, korban luka tercatat 6.490 orang, turun 4 persen dibanding tahun lalu,” jelas laporan itu.
Preap Chan Vibol, Direktur Kementerian Departemen Transportasi mengatakan, sekitar 50 persen dari kecelakaan itu disebabkan oleh mengemudi dengan kecepatan tinggi dan sisanya disebabkan oleh alkohol, kelalaian mengemudi, dan pelanggaran hukum.
"Untuk keselamatan mereka sendiri dan keselamatan orang lain, saya menyerukan pada semua penemudi untuk mengemudikan kendaraan mereka dengan tanggung jawab yang tinggi untuk menghindari kecelakaan di jalan," kata Vibol, seperti dikutip dari Xinhua.
Hingga kini, kecelakaan di jalan raya masih menjadi pembunuh nomor 1 di Kamboja. Menurut laporan Kementerian itu, negara telah kehilangan sekitar USD300 juta per tahun akibat kecelakaan.
(esn)