Iran & kekuatan dunia akan lanjutkan pembicaraan nuklir setelah Natal
Senin, 23 Desember 2013 - 18:28 WIB
Iran & kekuatan dunia akan lanjutkan pembicaraan nuklir setelah Natal
A
A
A
Sindonews.com – Iran dan enam kekuatan dunia yang tergabung dalam P5+1 akan melanjutkan pembicaraan tingkat ahli nuklir setelah liburan Natal. Demikian dijelaskan negosiator nuklir Iran, Abbas Araqchi, Senin (23/12/2013).
"Negosiasi teknis dan tingkat ahli akan dilanjutkan satu pekan setelah Natal,” kata Araqchi kepada IRIB TV. Sebelumnya, Iran dan P5+1 yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, dan China, plus Jerman telah melakukan pembicaraan selama 4 hari, yang berakhir pada akhir pekan lalu.
"Keputusan itu dibuat setelah Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton melakukan percakapan telepon pada Minggu,” lanjut Araqchi. Ia menambahkan, bahwa dalam percakapan 45 menit itu, beberapa perbedaan juga ditinjau oleh kedua belah pihak.
“Ada sedikit kemajuan dalam pembicaraan yang dimulai pada Kamis lalu,” ujar Araqchi. Menurutnya, interpretasi yang berbeda dari kesepakatan interim sebelumnya, telah menjadi penyebab dari lambatnya kemajuan yang dicapai dalam pembicaraan ini.
Pembicaraan tingkat ahli antara Iran dan kelompok P5 +1 ini bertujuan untuk menerapkan kesepakatan yang telah dicapai di Jenewa pada 24 November lalu, di mana Iran setuju untuk membekukan sebagian program nuklirnya, dengan imbalan kemudahan terbatas atas sanksi yang telah menyakiti perekonomian negara itu.
"Negosiasi teknis dan tingkat ahli akan dilanjutkan satu pekan setelah Natal,” kata Araqchi kepada IRIB TV. Sebelumnya, Iran dan P5+1 yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia, dan China, plus Jerman telah melakukan pembicaraan selama 4 hari, yang berakhir pada akhir pekan lalu.
"Keputusan itu dibuat setelah Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif dan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Catherine Ashton melakukan percakapan telepon pada Minggu,” lanjut Araqchi. Ia menambahkan, bahwa dalam percakapan 45 menit itu, beberapa perbedaan juga ditinjau oleh kedua belah pihak.
“Ada sedikit kemajuan dalam pembicaraan yang dimulai pada Kamis lalu,” ujar Araqchi. Menurutnya, interpretasi yang berbeda dari kesepakatan interim sebelumnya, telah menjadi penyebab dari lambatnya kemajuan yang dicapai dalam pembicaraan ini.
Pembicaraan tingkat ahli antara Iran dan kelompok P5 +1 ini bertujuan untuk menerapkan kesepakatan yang telah dicapai di Jenewa pada 24 November lalu, di mana Iran setuju untuk membekukan sebagian program nuklirnya, dengan imbalan kemudahan terbatas atas sanksi yang telah menyakiti perekonomian negara itu.
(esn)