PM Hamas undang Abbas untuk bahas pemerintahan bersama
Jum'at, 20 Desember 2013 - 09:00 WIB
PM Hamas undang Abbas untuk bahas pemerintahan bersama
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Hamas, Ismail Haniyeh, pada Kamis (19/12/2013), melayangkan undangan pada Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk melakukan pertemuan guna membahas pembentukan pemerintah persatuan.
Dalam sebuah pidato yang disampaikan pada Konferensi Ilmiah di Kota Gaza, Haniyeh mengatakan, perlu dibuat agenda untuk membahas politik pemerintah persatuan. Hal ini sejalan dengan kesepakatan rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas yang dicapai di Kairo, Mesir pada 2012 lalu.
Haniyeh menegaskan, bahwa agenda pemerintah persatuan harus melindungi perlawanan Palestina dan untuk menerapkan ide-ide yang akan membantu Jalur Gaza dan Tepi Barat. “Ketidaksepakatan antara sesama Palestina mendorong berlanjutnya pendudukan Israel,” kata Haniyeh.
Ia menambahkan, bahwa persaingan antara sesame faksi di Palestina harus berakhir dan digantikan oleh persatuan dan rekonsiliasi nasional. "Satu-satunya pertempuran yang harus diperjuangkan oleh orang-orang kami adalah melawan pendudukan. Kita tidak boleh memerangi setiap pertempuran melawan Mesir atau Ramallah atau orang lain," lanjutnya, seperti dikutip dari Maan News.
Menurutnya, konsensus pada agenda politik bersama diperlukan untuk mengatur semua kekuatan nasionalis dan Islam di Palestina. Sementara Juru Bicara Hamas, Isra Mudallal, mengatakan, bahwa Abbas belum menyatakan sepakat atau menolak untuk membentuk pemerintah persatuan dengan Hamas.
Dalam sebuah pidato yang disampaikan pada Konferensi Ilmiah di Kota Gaza, Haniyeh mengatakan, perlu dibuat agenda untuk membahas politik pemerintah persatuan. Hal ini sejalan dengan kesepakatan rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas yang dicapai di Kairo, Mesir pada 2012 lalu.
Haniyeh menegaskan, bahwa agenda pemerintah persatuan harus melindungi perlawanan Palestina dan untuk menerapkan ide-ide yang akan membantu Jalur Gaza dan Tepi Barat. “Ketidaksepakatan antara sesama Palestina mendorong berlanjutnya pendudukan Israel,” kata Haniyeh.
Ia menambahkan, bahwa persaingan antara sesame faksi di Palestina harus berakhir dan digantikan oleh persatuan dan rekonsiliasi nasional. "Satu-satunya pertempuran yang harus diperjuangkan oleh orang-orang kami adalah melawan pendudukan. Kita tidak boleh memerangi setiap pertempuran melawan Mesir atau Ramallah atau orang lain," lanjutnya, seperti dikutip dari Maan News.
Menurutnya, konsensus pada agenda politik bersama diperlukan untuk mengatur semua kekuatan nasionalis dan Islam di Palestina. Sementara Juru Bicara Hamas, Isra Mudallal, mengatakan, bahwa Abbas belum menyatakan sepakat atau menolak untuk membentuk pemerintah persatuan dengan Hamas.
(esn)