Ingin hindari ujian, mahasiswa Harvard sebar ancaman bom
Rabu, 18 Desember 2013 - 22:53 WIB
Ingin hindari ujian, mahasiswa Harvard sebar ancaman bom
A
A
A
Sindonews.com – Seorang mahasiswa Universitas Harvard, Boston, Amerika Serikat (AS), dituding berada di balik ancaman bom palsu terhadap kampusnya sendiri pada awal pekan ini. Ia menyebarkan ancaman palsu ini untuk menghindari ujian. Demikian dinyatakan kantor jaksa wilayah, Rabu (18/12/2013).
Mahasiswa itu, Eldo Kim (20), menghadapi ancaman hukuman sampai lima tahun penjara dan denda USD250 ribu jika terbukti bersalah. Ia dituduh telah membuang-buang waktu puluhan personel FBI, polisi, dan pekerja medis setelah mengirim e-mail ancaman ke polisi kampus, pejabat perguruan tinggi, dan surat kabar mahasiswa.
E-mail tersebut diterima pada Senin pagi, sekitar pukul 8.30, setengah jam sebelum ujian yang harus dijalani Kim. Dalam e-mail yang diberi judul "bom ditempatkan di sekitar kampus", Kim memperingatkan bom pecahan peluru telah diletakan di dalam empat bangunan di Universitas Harvard.
Pengelola kampus langsung memanggil FBI dan empat bangunan di kampus itu dievakuasi. Langkah evakuasi ini telah membatalkan sejumla ujian yang seharusnya dilaksanakan pada Senin pagi itu.
“Kim akan tampil di hadapan Pengadilan Distrik Massachusetts di Boston,” kata Jaksa AS, Carmen Ortiz, seperti dikutip dari AFP.
Harvard mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pihak kampus menyadari salah satu mahasiswa mereka telah ditangkap sehubungan dengan ancaman bom palsu. "Kami menyadari, bahwa seorang mahasiswa Harvard telah ditangkap dalam kaitannya dengan hal ini (ancaman bom) dan kami akan sedih jika tuduhan tersebut terbukti,” sebut pernyataan pengelola Universitas Harvard.
Mahasiswa itu, Eldo Kim (20), menghadapi ancaman hukuman sampai lima tahun penjara dan denda USD250 ribu jika terbukti bersalah. Ia dituduh telah membuang-buang waktu puluhan personel FBI, polisi, dan pekerja medis setelah mengirim e-mail ancaman ke polisi kampus, pejabat perguruan tinggi, dan surat kabar mahasiswa.
E-mail tersebut diterima pada Senin pagi, sekitar pukul 8.30, setengah jam sebelum ujian yang harus dijalani Kim. Dalam e-mail yang diberi judul "bom ditempatkan di sekitar kampus", Kim memperingatkan bom pecahan peluru telah diletakan di dalam empat bangunan di Universitas Harvard.
Pengelola kampus langsung memanggil FBI dan empat bangunan di kampus itu dievakuasi. Langkah evakuasi ini telah membatalkan sejumla ujian yang seharusnya dilaksanakan pada Senin pagi itu.
“Kim akan tampil di hadapan Pengadilan Distrik Massachusetts di Boston,” kata Jaksa AS, Carmen Ortiz, seperti dikutip dari AFP.
Harvard mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa pihak kampus menyadari salah satu mahasiswa mereka telah ditangkap sehubungan dengan ancaman bom palsu. "Kami menyadari, bahwa seorang mahasiswa Harvard telah ditangkap dalam kaitannya dengan hal ini (ancaman bom) dan kami akan sedih jika tuduhan tersebut terbukti,” sebut pernyataan pengelola Universitas Harvard.
(esn)