Brazil beri sinyal tolak suaka Snowden
Rabu, 18 Desember 2013 - 10:14 WIB
Brazil beri sinyal tolak suaka Snowden
A
A
A
Sindonews.com – Permintaan suaka yang diajukan whistleblower National Security Agency Amerika Serikat (AS), Edward Joseph Snowden, 30, diduga kuat tidak akan diterima Pemerintah Brazil.
Pembocor penyadapan global AS yang menghebohkan dunia itu, telah menulis surat terbuka kepada rakyat Brazil, bahwa dia bersedia membongkar semua penyadapan AS terhadap Brazil, jika dia dilindungi di negara itu.
Sinyal penolakan permintaan suaka Snowden itu, menjadi laporan media lokal, The Folha de S. Paulo, yang mengutip para pejabat penting di Brazil. Bocoran dokumen rahasia NSA yang dibocorkan Snowden, beberapa waktu lalu, telah membuat hubungan AS dan Brazil retak. Sebab, bocoran dokumen rahasia itu menyebut, komunikasi Presiden Dilma Rousseff telah disadap NSA.
”Saya telah menyatakan kesediaan saya untuk membantu (Brazil) di mana pun secara sah, tapi sayangnya Pemerintah AS telah bekerja sangat keras untuk membatasi kemampuan saya untuk melakukannya,” tulis Snowden dalam sebuah surat terbuka berujudul “Surat Terbuka untuk Rakyat Brazil,” yang dilansir media Brazil dan situs media sosial.
”Sampai sebuah negara tetap memberikan suaka politik, Pemerintah AS akan terus mengganggu kemampuan saya untuk berbicara,” lanjut bunyi surat terbuka Snowden itu, seperti dikutip Reuters, Rabu (18/12/2013).
Beberapa politisi juga tidak setuju Pemerintah Brazil memberikan suaka kepada buronana AS itu. Senator Brazil, Ricardo Ferra, mengatakan Kongres Brasil telah meminta izin untuk mewawancarai Snowden di Rusia, tapi tidak mendapatkan jawaban.
Para politisi lainnya, terutama musuh politik Rousseff, mengatakan, jika Pemerintah Brazil memberika suaka kepada Snowden, itu akan kontra-produktif dan akan menyebabkan kerusakan hubungan AS dan Brazil secara lebih lanjut.
Namun, Amnesty International membela upaya Snowden untuk meminta perlindungan.”Ini adalah hak untuk meminta perlindungan internasional, dan itu juga kewajiban internasional dari Brazil untuk meninjau dan memutuskan permintaannya di bawah Konvensi Pengungsi,” bunyi pernyataan Amnesty Internasional.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Brazil mengaku belum belum pernah menerima pengajuan suaka secara resmi dari Snoweden.
Pembocor penyadapan global AS yang menghebohkan dunia itu, telah menulis surat terbuka kepada rakyat Brazil, bahwa dia bersedia membongkar semua penyadapan AS terhadap Brazil, jika dia dilindungi di negara itu.
Sinyal penolakan permintaan suaka Snowden itu, menjadi laporan media lokal, The Folha de S. Paulo, yang mengutip para pejabat penting di Brazil. Bocoran dokumen rahasia NSA yang dibocorkan Snowden, beberapa waktu lalu, telah membuat hubungan AS dan Brazil retak. Sebab, bocoran dokumen rahasia itu menyebut, komunikasi Presiden Dilma Rousseff telah disadap NSA.
”Saya telah menyatakan kesediaan saya untuk membantu (Brazil) di mana pun secara sah, tapi sayangnya Pemerintah AS telah bekerja sangat keras untuk membatasi kemampuan saya untuk melakukannya,” tulis Snowden dalam sebuah surat terbuka berujudul “Surat Terbuka untuk Rakyat Brazil,” yang dilansir media Brazil dan situs media sosial.
”Sampai sebuah negara tetap memberikan suaka politik, Pemerintah AS akan terus mengganggu kemampuan saya untuk berbicara,” lanjut bunyi surat terbuka Snowden itu, seperti dikutip Reuters, Rabu (18/12/2013).
Beberapa politisi juga tidak setuju Pemerintah Brazil memberikan suaka kepada buronana AS itu. Senator Brazil, Ricardo Ferra, mengatakan Kongres Brasil telah meminta izin untuk mewawancarai Snowden di Rusia, tapi tidak mendapatkan jawaban.
Para politisi lainnya, terutama musuh politik Rousseff, mengatakan, jika Pemerintah Brazil memberika suaka kepada Snowden, itu akan kontra-produktif dan akan menyebabkan kerusakan hubungan AS dan Brazil secara lebih lanjut.
Namun, Amnesty International membela upaya Snowden untuk meminta perlindungan.”Ini adalah hak untuk meminta perlindungan internasional, dan itu juga kewajiban internasional dari Brazil untuk meninjau dan memutuskan permintaannya di bawah Konvensi Pengungsi,” bunyi pernyataan Amnesty Internasional.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Brazil mengaku belum belum pernah menerima pengajuan suaka secara resmi dari Snoweden.
(mas)