Pada 2014, pengungsi Suriah di Turki bisa mencapai 1,5 juta jiwa
Selasa, 17 Desember 2013 - 20:33 WIB
Pada 2014, pengungsi Suriah di Turki bisa mencapai 1,5 juta jiwa
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah pengungsi Suriah yang berlindung di Turki bisa mencapai 1,5 juta pada 2014. Demikian diungkapkan Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Senin (16/12/2013).
“Jumlah pengungsi Suriah di Turki telah meningkat lima kali lipat sejak musim dingin tahun lalu,” ujar Perwakilan UNHC, Carol Batchelor, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.
Dia menambahkan, bahwa jumlah total pengungsi Suriah yang melarikan diri ke negara-negara tetangga diperkirakan akan mencapai 4,1 juta jiwa pada 2014, karena memburuknya situasi di Suriah.
"Kebutuhan pada tahun 2014 akan lebih besar dari apa yang telah kita lihat dalam dua setengah tahun terakhir. Kita sedang memasuki tahun ke empat dari konflik Suriah," katanya. "Kami membutuhkan respon kemanusiaan internasional yang kuat," lanjut Batchelor.
Sebanyak 80 persen dari pengungsi Suriah berada di Turki, Irak, Yordania, Lebanon, dan Mesir. Ia menyerukan semua negara untuk mengurangi pembatasan visa untuk memungkinkan pengungsi Suriah untuk memiliki akses ke perlindungan internasional, tidak hanya ke negara tetangga.
Sementara itu, Basat Ozturk, Direktur Jenderal Multilateral Politik Kementerian Luar Negeri Turki, mengatakan kepada wartawan, bahwa Turki akan melanjutkan kebijakan perbatasan terbuka untuk memberikan perlindungan dan kebutuhan dasar untuk warga Suriah yang membutuhkan.
“Jumlah pengungsi Suriah di Turki telah meningkat lima kali lipat sejak musim dingin tahun lalu,” ujar Perwakilan UNHC, Carol Batchelor, seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.
Dia menambahkan, bahwa jumlah total pengungsi Suriah yang melarikan diri ke negara-negara tetangga diperkirakan akan mencapai 4,1 juta jiwa pada 2014, karena memburuknya situasi di Suriah.
"Kebutuhan pada tahun 2014 akan lebih besar dari apa yang telah kita lihat dalam dua setengah tahun terakhir. Kita sedang memasuki tahun ke empat dari konflik Suriah," katanya. "Kami membutuhkan respon kemanusiaan internasional yang kuat," lanjut Batchelor.
Sebanyak 80 persen dari pengungsi Suriah berada di Turki, Irak, Yordania, Lebanon, dan Mesir. Ia menyerukan semua negara untuk mengurangi pembatasan visa untuk memungkinkan pengungsi Suriah untuk memiliki akses ke perlindungan internasional, tidak hanya ke negara tetangga.
Sementara itu, Basat Ozturk, Direktur Jenderal Multilateral Politik Kementerian Luar Negeri Turki, mengatakan kepada wartawan, bahwa Turki akan melanjutkan kebijakan perbatasan terbuka untuk memberikan perlindungan dan kebutuhan dasar untuk warga Suriah yang membutuhkan.
(esn)