Usai eksekusi paman, pemimpin Korut peringati kematian ayahnya
Selasa, 17 Desember 2013 - 11:45 WIB
Usai eksekusi paman, pemimpin Korut peringati kematian ayahnya
A
A
A
Sindonews.com - Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong – Un, memimpin upacara peringatan kematian ayahnya Kim Jong II pada Selasa (17/12/2013). Peringatan tahun kedua kematian bekas pemimpin Korut itu digelar setelah paman Kim Jong Un, yakni Jang Song Thaek dieksekusi beberapa hari lalu.
Sebuah stasiun televisi Pemerintah Korut, seperti dikutip Reuters, menyiarkan secara langsung peringatan itu. Tampak dalam siaran televisi, Kim memasuki auditorium di Pyongyang, yang dihadiri ribuan pejabat tinggi militer, partai dan staf pemerintah.
Korut di bawah pimpinan Kim Jong Un telah menjadi sorotan dunia, setelah menerapkan hukuman mati tanpa pandang bulu, termasuk terhadap paman Kim sendiri, Jang Song Thaek, yang dituduh korupsi dan merencanakan kudeta.
Peringatan agung kematian Kim Jong II itu, dimulai dengan pidato pimpinan seremonial Korut, Kim Yong - Nam. ”Sudah dua tahun sejak pemimpin besar Kim Jong - Il, yang dikagumi oleh semua orang dan tentara kita, meninggalkan kami begitu tiba-tiba,” kata Kim Yong - Nam.
”Semua orang dan tentara kita telah berjuang, dan meraih kemenangan untuk dua tahun terakhir dengan memegang prinsip pemimpin besar kami ( Kim Jong - Il ) pada harga diri tertinggi,” imbuh dia.
Sebuah stasiun televisi Pemerintah Korut, seperti dikutip Reuters, menyiarkan secara langsung peringatan itu. Tampak dalam siaran televisi, Kim memasuki auditorium di Pyongyang, yang dihadiri ribuan pejabat tinggi militer, partai dan staf pemerintah.
Korut di bawah pimpinan Kim Jong Un telah menjadi sorotan dunia, setelah menerapkan hukuman mati tanpa pandang bulu, termasuk terhadap paman Kim sendiri, Jang Song Thaek, yang dituduh korupsi dan merencanakan kudeta.
Peringatan agung kematian Kim Jong II itu, dimulai dengan pidato pimpinan seremonial Korut, Kim Yong - Nam. ”Sudah dua tahun sejak pemimpin besar Kim Jong - Il, yang dikagumi oleh semua orang dan tentara kita, meninggalkan kami begitu tiba-tiba,” kata Kim Yong - Nam.
”Semua orang dan tentara kita telah berjuang, dan meraih kemenangan untuk dua tahun terakhir dengan memegang prinsip pemimpin besar kami ( Kim Jong - Il ) pada harga diri tertinggi,” imbuh dia.
(mas)