Oposisi Thailand terpecah antara pemilu & revolusi

Senin, 16 Desember 2013 - 12:14 WIB
Oposisi Thailand terpecah...
Oposisi Thailand terpecah antara pemilu & revolusi
A A A
Sindonews.com – Kelompok pro-oposisi Thailand mulai terpecah, setelah salah satu kubu dianggap condong untuk ikut pemilu seperti yang diputuskan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra. Sedangkan kubu lainnya, tetap komitmen di jalur revolusi untuk menggulingkan Yingluck.

Sejumlah demonstran yang komitmen untuk melakukan revolusi, menuduh salah satu pimpinan demonstran, Chitpas Bhirombhakdi berubah menjadi “oposisi gadungan”. Sebab, dia dianggap diam-diam mempersiapkan diri menerima tawaran pemilu.

Kini, kelompok oposisi harus memilih dua opsi, menerima tawaran ikut pemilu atau memboikot pemilu dan melakukan revolusi. Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra telah menyerukan pemilu Thailand akan digelar 2 Februari 2013, sebagai respon atas gelombang demonstrasi yang menggoyang kepemimpinannya.

”Kami tidak tahu apakah akan pemilu atau tidak. Tapi sebagai politisi, saya harus siap untuk itu,” kata Chitpas, seperti dikutip AFP, Senin (16/12/2013). Namun, massa pro Partai Demokrat Thailand (partai oposisi) berpotensi besar memilih memboikot pemilu.

Chitpas, dalam panggung politik Thailand, sangat diperhitungkan. Keluarga Chitpas adalah salah satu keluarga terkaya di Thailand. Keluarga itu diketahui menjadi sponsor resmi klub raksasa Liga Inggris, Manchester United.

Chitpas yang seorang mantan juru bicara Partai Demokrat, yang memilih masuk ke parlemen dua tahun lalu, juga dianggap berambisi menjadi Perdana Menteri Thailand, seperti yang dia cita-citakan sejak kecil.

Menurutnya, pilihan menerima tawaran pemilu tidak bisa disalahkan.”Kami tidak merampas demokrasi . Kita hanya perlu beberapa waktu untuk mereformasi negara ini, sebelum kita bisa melanjutkan ke demokrasi yang sesungguhnya,” ucapnya.

Seorang analis berpendapat, jika Partai Demokrat memboikot pemilu Februari nanti, itu akan memperpanjang krisis Thailand. ”Agenda mereka adalah untuk menyingkirkan (rezim) Thaksin dan untuk mendirikan sebuah rezim mereka sendiri dengan melewati proses demokrasi,” kata Pavin Chachavalpongpun , seorang profesor di Pusat Studi Asia Tenggara, di Universitas Kyoto Jepang.
(mas)
Berita Terkait
Siapa Sirikit? Ibu Suri...
Siapa Sirikit? Ibu Suri Thailand yang Bergaya Hidup Glamor dan Dipuja Rakyatnya
Bagaimana Thailand Menjadi...
Bagaimana Thailand Menjadi Negara Sakit di Asia?
Pendukung Raja Thailand...
Pendukung Raja Thailand Tolak Reformasi Konstitusi
Experience Thailand...
Experience Thailand 2026 Jadi Ajang Promosi Produk Thailand di Tengah Ketatnya Pasar Impor Indonesia
Bentrok Terparah Pecah...
Bentrok Terparah Pecah di Thailand, Lebih dari 41 Demonstran Terluka
Lagu Mother of the Land...
Lagu Mother of the Land dan The Delicate Hand Didedikasikan untuk Mendiang Ratu Sirikit
Berita Terkini
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
21 menit yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
1 jam yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
1 jam yang lalu
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
3 jam yang lalu
2 Jenderal Militer Ditangkap...
2 Jenderal Militer Ditangkap karena Korupsi Proyek Senilai Rp1,2 Triliun
3 jam yang lalu
Zelensky Pecat Menhan...
Zelensky Pecat Menhan Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia, Menhan ke-4 yang Didepak
4 jam yang lalu
Infografis
4 Fakta Ratu Suthida,...
4 Fakta Ratu Suthida, Navigator Tim Layar Thailand di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved