RI muluskan pengesahan resolusi kesehatan global di PBB
Kamis, 12 Desember 2013 - 15:30 WIB
RI muluskan pengesahan resolusi kesehatan global di PBB
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia berhasil mencapai konsensus atas rancangan resolusi Majelis Umum PBB untuk mata agenda “Global Health and Foreign Policy”. Sebelum itu, Indonesia dan seluruh negara anggota PBB terlibat negosiasi selama sebulan penuh.
Rancangan resolusi yang tahun ini mengangkat tema “Partnerships for Global Health” diadopsi dalam Pleno ke-65 Sidang Majelis Umum PBB ke-68 di New York, kemarin (11/12/2013).
Resolusi itu mendorong terciptanya kemitraan global yang dapat mengatasi hambatan ekonomi dan struktural dalam pencapaian tujuan memajukan kesehatan global.
Resolusi tersebut juga menegaskan pentingnya kemitraan yang dapat mendukung tercapainya tujuan kesehatan untuk semua pihak. Di antaranya, melalui penguatan sistem kesehatan, akses semesta untuk pelayanan kesehatan, pengembangan berbagai inovasi untuk mengatasi tantangan kesehatan serta promosi kesehatan menyeluruh.
Beberapa hal penting lain yang disepakati negara anggota PBB dalam resolusi ini adalah, disetujuinya serangkaian prinsip mendasar bagi kemitraan untuk kesehatan global. Serta formulasi imbauan untuk menempatkan kerangka kesehatan dalam pembahasan agenda pembangunan pasca-2015.
Dua negara yang menjadi koordinator sponsor untuk pertama kalinya sejak Resolusi Kesehatan Global diluncurkan pada tahun 2007, adalah India dan Rusia.
“Fasilitasi Indonesia untuk resolusi Majelis Umum PBB ini merupakan bagian dari keketuaan Indonesia pada Kelompok ‘Foreign Policy and Global Health’ (FPGH) untuk tahun 2013,” tulis Kemlu RI, dalam situsnya, Kamis (12/12/2013).
Kelompok FPGH didirikan tahun 2007 atas inisiatif Afrika Selatan, Brazil, Indonesia, Norwegia, Perancis, Senegal dan Thailand untuk meningkatkan sinergi antara kebijakan luar negeri dan kesehatan global.
Rancangan resolusi yang tahun ini mengangkat tema “Partnerships for Global Health” diadopsi dalam Pleno ke-65 Sidang Majelis Umum PBB ke-68 di New York, kemarin (11/12/2013).
Resolusi itu mendorong terciptanya kemitraan global yang dapat mengatasi hambatan ekonomi dan struktural dalam pencapaian tujuan memajukan kesehatan global.
Resolusi tersebut juga menegaskan pentingnya kemitraan yang dapat mendukung tercapainya tujuan kesehatan untuk semua pihak. Di antaranya, melalui penguatan sistem kesehatan, akses semesta untuk pelayanan kesehatan, pengembangan berbagai inovasi untuk mengatasi tantangan kesehatan serta promosi kesehatan menyeluruh.
Beberapa hal penting lain yang disepakati negara anggota PBB dalam resolusi ini adalah, disetujuinya serangkaian prinsip mendasar bagi kemitraan untuk kesehatan global. Serta formulasi imbauan untuk menempatkan kerangka kesehatan dalam pembahasan agenda pembangunan pasca-2015.
Dua negara yang menjadi koordinator sponsor untuk pertama kalinya sejak Resolusi Kesehatan Global diluncurkan pada tahun 2007, adalah India dan Rusia.
“Fasilitasi Indonesia untuk resolusi Majelis Umum PBB ini merupakan bagian dari keketuaan Indonesia pada Kelompok ‘Foreign Policy and Global Health’ (FPGH) untuk tahun 2013,” tulis Kemlu RI, dalam situsnya, Kamis (12/12/2013).
Kelompok FPGH didirikan tahun 2007 atas inisiatif Afrika Selatan, Brazil, Indonesia, Norwegia, Perancis, Senegal dan Thailand untuk meningkatkan sinergi antara kebijakan luar negeri dan kesehatan global.
(mas)