Kecam kekerasan, AS berniat jatuhkan sanksi ke Ukraina

Kamis, 12 Desember 2013 - 13:13 WIB
Kecam kekerasan, AS...
Kecam kekerasan, AS berniat jatuhkan sanksi ke Ukraina
A A A
Sindonews.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, mempertimbangkan semua opsi, termasuk penjatuhan sanksi terhadap Ukraina.

Kebijakan itu ditempuh, setelah Pemerintah Ukraina mengerahkan polisi anti-huru hara untuk bertindak keras kepada demonstran yang ingin melengserkan Presiden Viktor Yanukovych.

Pemerintah AS juga memperingatkan kepada Ukraina, agar tidak menggunakan angkatan bersenjata terhadap warga sipil. Pejabat AS mengklaim telah menguhubungi Menteri Pertahanan Ukraina, Pavlo Lebedyev yang menjanjikan tidak akan menggunakan kekuatan tentara untuk menghadapi para demonstran.

”Lebedyev berbicara via telepon dengan Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel, bahwa akan ada potensi kerusakan, jika militer dilibatkan untuk menghadapi demonstran,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jennifer Psaki, seperti dikutip Reuters, Kamis (12/12/2013).

”Kami sedang mempertimbangkan pilihan kebijakan, termasuk penjatuhan sanksi. Tapi saya tidak akan menguraikan secara spesifik,” lanjut Psaki. ”Ada berbagai pilihan (sanksi) yang terbuka, tapi kami belum berpikir sampai tahap itu pada saat ini.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry menyatakan "jijik" dengan keputusan pihak berwenang Ukraina yang bertindak keras terhadap para demonstran. Kemarin, polisi bergerak di kamp-kamp demonstran di Independence Square, di Kiev dan menghancurkan sejumlah barikade yang dibuat demonstran.

Sementara itu, Presiden Viktor Yanukovych kembali mengundang semua pihak, termasuk oposisi, untuk membicarakan penyelesaian krisis politik. ”Demi mencapai kompromi, saya menyerukan kepada oposisi untuk tidak menolak (pembicaraan), tidak mengikuti jalan konfrontasi dan ultimatum,” kata Yanukovych dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di situsnya.
(mas)
Berita Terkait
Di Tengah Perang dengan...
Di Tengah Perang dengan Ukraina, Video Rusia Unjuk Kekuatan Militer Beredar
Terjebak Perang, 9 WNI...
Terjebak Perang, 9 WNI Warga Binjai Minta Tolong Dievakuasi dari Ukraina
Kedutaan Ukraina untuk...
Kedutaan Ukraina untuk Indonesia Rilis Video Kerusakan akibat Agresi Rusia
Rusia Terus Gempur Pertahanan...
Rusia Terus Gempur Pertahanan Pasukan Ukraina di Kota Urozhainoye, Donetsk Selatan
Terjebak Perang, 9 WNI...
Terjebak Perang, 9 WNI Warga Binjai Minta Tolong Dievakuasi dari Ukraina
Rusia Menembak Jatuh...
Rusia Menembak Jatuh 2 Jet Tempur MiG-29 Angkatan Udara Ukraina di Kherson
Berita Terkini
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
30 menit yang lalu
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
2 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
4 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
4 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
7 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
9 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved