PM Thailand yakin militer tak akan lakukan kudeta
Rabu, 11 Desember 2013 - 23:36 WIB
PM Thailand yakin militer tak akan lakukan kudeta
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Thailand, Yingluck Shinawatra mengatakan pada Rabu (11/12/2013), bahwa ia yakin militer negara itu tidak akan melakukan kudeta untuk mengakhiri krisis politik di negara kerajaan itu.
Menurut Yingluck, kudeta yang dilakukan militer terhadap kakaknya, Thaksin Shinawatra, tujuh tahun lalu, "tidak memecahkan masalah". "Saya tidak berpikir militer akan melakukannya lagi," kata Yingluck, kepada wartawan asing di Bangkok .
Selama ini, kudeta militer memang kerap mengiringi sejarah Thailand. Sejak negara itu menjadi monarki konstitusional pada 1932, tercatat telah terjadi 18 kali kudeta militer. Kudeta terakhir terjadi pada 2006, yang menimbulkan kekacauan politik dan protes di jalanan.
Saat ini, kubu oposisi telah mengajukan permintaan pada militer Thailand membantu mereka menggulingkan pemerintah Yingluck. Tapi, militer Thailand tak menanggapi permintaan kubu oposisi itu dan mengirimkan beberapa prajurit tak bersenjata untuk membantu melindungi gedung-gedung pemerintah.
Pekan lalu, Kepala Angkatan Darat Thailand, Jenderal Prayut Chan-O-Cha mengatakan, masalah saat ini harus "diselesaikan dengan politik ".
Menurut Yingluck, kudeta yang dilakukan militer terhadap kakaknya, Thaksin Shinawatra, tujuh tahun lalu, "tidak memecahkan masalah". "Saya tidak berpikir militer akan melakukannya lagi," kata Yingluck, kepada wartawan asing di Bangkok .
Selama ini, kudeta militer memang kerap mengiringi sejarah Thailand. Sejak negara itu menjadi monarki konstitusional pada 1932, tercatat telah terjadi 18 kali kudeta militer. Kudeta terakhir terjadi pada 2006, yang menimbulkan kekacauan politik dan protes di jalanan.
Saat ini, kubu oposisi telah mengajukan permintaan pada militer Thailand membantu mereka menggulingkan pemerintah Yingluck. Tapi, militer Thailand tak menanggapi permintaan kubu oposisi itu dan mengirimkan beberapa prajurit tak bersenjata untuk membantu melindungi gedung-gedung pemerintah.
Pekan lalu, Kepala Angkatan Darat Thailand, Jenderal Prayut Chan-O-Cha mengatakan, masalah saat ini harus "diselesaikan dengan politik ".
(esn)